Suguhkan Nuansa Garden, Cafe Harness Buka untuk Kurangi Pengangguran

Foto: Suasana Cafe Herness yang berlokasi di Pakisaji. (ist)

BACAMALANG.COM – Agus Herman Mulyono, pemilik Harness Cafe di Jalan Manggis no. 2 RT 14 RW 02 Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang mengaku, pihaknya berinisiatif membuka cafe di tengah pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan sisa lahan rumah agar menghasilkan pendapatan tambahan dan mengurangi pengangguran.

“Tujuannya memanfaatkan lahan agar bisa memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga ditengah situasi pandemi Covid-19 sebagai tempat untuk melepas kepenatan. Ya, nuansa kafenya nuansa outdoor garden yang asri, sehingga konsumen menjadi betah dengan nuansa alami nan asri. Bahkan konsumennya banyak mahasiswa dari Kota Malang, mungkin jenuh suasana kota,” ujarnya.

Kafe dengan tumbuhan hijau dan didukung furnitur kayu nunasa jadul ini, lanjut dia, memang adalah kafe dengan konsep outdoor garden. Lokasinya berada di Jalan Manggis Pakisaji, masuk sekitar 25 meter dari jalan utama.

Mulanya, kafe yang menggemaskan ini adalah rumah tua yang ada sisa halaman dibelakang rumah karena pengunjung yang datang menyukai tampilan outdoor garden sangat cocok untuk tempat foto.

Detail kafe yang unik seperti dekorasi tanaman hias dan perpaduan warna segar hijau dan putih di kafe ini sangat nyaman bagi teman dan keluarga untuk dinikmati bersantai seperti saat ini.

Agus Herman menambahkan, dengan membuka usaha cafe ini dengan nuansa kebun nan asri pihaknya menargetkan agar pengunjung betah untuk menikmati asrinya suasana taman. Sekmen pasar usahanya ini, terang dia, memang bagi kalangan anak-anak muda terutama mahasiswa yang lagi istirahat dari perjalanan Blitar ataupun dari Kota Malang.

Menu yang ditawarkan di Harness Cafe sendiri, yakni makanan dan minuman ala barat dengan harga yang cukup terjangkau bagi semua kalangan seperti spagheti, karage chicken Rice dan berbagai variasi yang lainnya.

Alasan memilih menu makanan western, jelas dia, karena menyesuaikan dengan konsep cafenya yang cenderung alami. Untuk itu disajikan makanan ala luar negeri, sebaliknya ketika menyajikan cafe nuansa modern, menu makanan yang dijual adalah makanan khas tradisional.

“Konsep cafe rumahan seperti ini biasanya tertarik dengan makanan western dengan harga murah,” ungkapnya. (yon)