Lewat Ular Tangga, Siswa MTs Negeri 6 Malang Lawan Virus Corona

Para siswa MTs Negeri 6 Malang memainkan permainan Free Tangga Corona atau ular tangga (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Wabah virus corona makin membuat masyarakat was-was. Berbagai cara dilakukan untuk mengantisipasi agar virus yang memiliki nama lain Covid-19 itu tidak makin merebak.

Cara unik sebagai wujud semangat untuk melawan virus mematikan itu ditunjukkan oleh siswa dan guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Malang.

Semangat itu diperlihatkan lewat permainan ular tangga atau yang disebut juga Free Tangga Corona oleh para siswa MTs Negeri 6 Malang. Selain itu, MTs Negeri 6 Malang pun juga menjalankan pemeriksaan suhu tubuh untuk mengantisipasi virus corona.

“Jadi kita tidak hanya konteks doa, tapi ada permainan edukasi. Namanya Free Tangga Corona. Disitu anak-anak diajarkan untuk mencegah virus corona. Seperti kalau di angka 6, mereka harus memperagakan senam tangan sehat. Ini sudah menjadi kultur di MTs Negeri 6 Malang. Artinya apa? Kita sudah tanamkan pola hidup sehat, hanya momentum ini kita manfaatkan agar tidak lengah. Kalau senam mungkin sudah banyak, tapi untuk pendidikan di sekolah seperti ini kan belum ada,” ujar Kepala MTs Negeri 6 Malang, Sutirjo, Kamis (12/3/2020).

Seorang siswi MTs Negeri 6 Malang diperiksa suhu tubuhnya (Dhimas)

Berbagai pola hidup sehat yang dimaksud Sutirjo diantaranya seperti senam kesehatan, serta cuci tangan dengan air bersih dan sabun.

“Konteksnya pencegahan virus Covid-19 ini. Untuk MTsN 6 Malang sudah melakukan tindakan. Mulai dari himbauan untuk orangtua, jadi mulai dari rumah dianjurkan untuk wudhu. Harapannya kan bakteri itu bisa luntur, kemudian dirangkai dengan shalat dhuha di sekolah. Anak-anak didekatkan pada Allah, dengan doa agar penyakit ini bisa diangkat oleh Allah sehingga seluruh siswa di Indonesia ini bisa sehat,” ungkapnya.

Ada sosok anoman dalam senam kesehatan yang dilakukan para siswa dan guru MTs Negeri 6 Malang (Dhimas)

Sutirjo menambahkan, di MTs Negeri 6 Malang terdapat 8 hand sanitizer yang diperuntukkan bagi siswa agar bisa mengikuti pola-pola hidup sehat dengan baik dan benar.

“Jangan hanya fisik, tapi harus diimbangi aspek doa, itu juga penting,” pungkasnya. (mid/yog)