Viral, Ratusan Pebalap Liar Diciduk Polisi Ditengah Pandemi Covid-19

Foto : Balap liar diamankan Polresta Malang Kota. (ist)

BACAMALANG.COM – Viral dan miris. Tim gabungan Polres Malang Kota menciduk sebanyak 207 pebalap liar di tengah maraknya himbauan berdiam diri di rumah akibat Covid-19, Sabtu (11/4/2020).

“Kami  patroli mulai pagi, siang dan malam. Anggota saya juga kerja lagi. Saya dan anggota kerja keras. Kami mengamankan 207 pebalap liar di GOR Ken Arok,” tandas Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata yang turun langsung mengamankan aksi balap liar tersebut.

Seperti diketahui, ratusan peserta aksi balap liar di GOR Ken Arok, Kota Malang,  di tengah pandemi Covid-19 kocar-kacir setelah diobrak-abrik petugas kepolisian bersama TNI. Aksi balap liar tersebut dilakukan sekitar 207 remaja.

Aksi balap liar tersebut dilakukan sejak sore hari. Dari 207 remaja, 53 di antaranya berasal dari Kabupaten Malang dan sisanya dari Kota Malang.

Masyarakat yang resah kemudian menginformasikan kegiatan tersebut.
Leonardus Simarmata enjelaskan, pihaknya gencar melakukan patroli dan operasi cipkon untuk menjaga kondusivitas dan juga mencegah penyebaran Covid-19.

Mereka yang tertangkap dan terjaring selanjutnya dikumpulkan di GOR Ken Arok. Kemudian didata dan kendaraan atau motor para remaja tersebut, yang jumlahnya sekitar 154 diangkut ke Polresta Malang Kota.

Dan sebelum diangkut ke markas Polres Malang Kota, para remaja tersebut diberi sanksi oleh petugas dengan bersenam malam sembari melepaskan baju atasnya. Mereka harus juga berteriak atau berhitung.

Salah satu remaja peserta aksi balap liar yang mendapatkan sanksi senam malam sempat terekam video dengan tingkah yang cukup menggelitik. Saat diperintahkan petugas bersenam, remaja tersebut justru tampak sedikit bingung. dengan gerakan yang diperintahkan.

Beberapa kali pemuda tersebut tampak melihat teman-temannya sembari berupaya menyamakan gerakan yang dilakukan temannya.

Selain sanksi dengan bersenam, para remaja tersebut juga diharuskan bersujud dan kemudian secara bersama-sama mengucapkan janji untuk tidak mengulangi aksi balap liar kembali.

Agar terdapat efek jera, kendaraan para remaja tersebut kemudian dibawa ke Mako Polresta Malang Kota. Nantinya kendaraan yang tak sesuai spesifikasi maupun kendaraan yang tak dilengkapi dengan surat-surat akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau tidak bisa melengkapi syarat-syarat, surat kelengkapan tidak ada, tentu akan ditilang. Untuk pengambilan tidak bisa sekarang. Nantinya saat mengambil kendaraannya, mereka harus didampingi ¬†orang tuanya,” terang Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni. (yog/had)