Cegah Ledakan Kedua Pandemi, Ini Kata Ketua PC NU Kabupaten Malang

Foto: dr. Umar Usman. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Tanfidziyah Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Malang dr. H. Umar Usman, MM mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi ledakan kedua pandemi Covid-19 selama menjalankan pertimbangan holistik, sinergi kuat, kampanye massif dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan mengasumsikan pandemi akan berlangsung lama maka konsep new normal perlu melibatkan banyak pihak, agar mendapatkan pertimbangan lebih holistik,” jelas dr Umar, Jumat (12/6/2020).

dr Umar menjelaskan, memasuki new normal semua elemen harus bergerak sinergi bersama-sama dengan kampanye lebih masif tentang disiplin protokol kesehatan.

“Memasuki new normal harus bergerak sinergi bersama-sama.
Perlu ada kampanye lebih masif tentang disiplin protokol kesehatan,” papar pria yang turut meramaikan kontestasi Pilbup Malang 2020 ini.

Ia menjelaskan, dalam mengambil kebijakan, pemerintah pusat dan daerah harus mendasarkan pada data dan fakta di lapangan.

“Kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi kebiasaan baru lebih dulu berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” jelas pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

dr Umar mengungkapkan, perlu adanya penentuan untuk sektor prioritas dan aktivitas yang akan dibuka dalam masa tatanan baru. Pembukaan pun dilakukan secara bertahap.

Dijelaskannya, kesiapan tempat ibadah sebelum dibuka secara bertahap sudah sangat baik. Sektor ekonomi, sektor dengan penularan Covid yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi didahulukan.

dr Umar menuturkan, sektor-sektor ekonomi yang harus diprioritaskan adalah pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi., sektor logistik, transportasi barang, pertambangan, dan perminyakan.

Diharapkan pemerintah pusat dan daerah saling berkonsolidasi dan evaluasi terhadap reaktivasi kegiatan secara rutin karena meskipun sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, diharapkan tidak boleh lengah karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis.

Konsep Tangguh

Secara riil, terdapat penambahan kasus positif Covid–19 di Kabupaten Malang hingga akhirnya muncul kebijakan memberlakukan PSBL di beberapa kecamatan.

dr Umar mengungkapkan jika sebelumnya konsep Tangguh hanya diterapkan untuk beberapa hal semisal kampung dan pasar, maka selayaknya konsep Tangguh ini juga diterapkan untuk berbagai lokasi insitusi pelayanan publik swasta dan pemerintahan.

“Konsep Tangguh bisa di ATM (Adopsi Tiru Modifikasi) semisal pada pasar, ponpes, sekolah, kampus, RS, komplek perumahan, bandara, stasiun KA dan komplek perkantoran,” imbuh dr Umar.

Transfusi Plasma Darah

dr Umar mengatakan, salah satu solusi mencegah ledakan kedua pandemi, adalah melakukan Transfusi Plasma Darah dari pasien sembuh untuk penderita seperti yang dilakukan di Austria.

Di negara Austria beberapa pasien COVID-19 sembuh setelah menerima transfusi plasma darah dari orang yang telah pulih dari virus.

dr Umar mengungkapkan dirinya mendapatkan informasi jika ada tiga pasien yang menjalani transfusi di sebuah rumah sakit di kota tenggara Graz Austria dan sembuh.

“Ada tiga pasien sembuh usai menjalani transfusi di sebuah rumah sakit di kota tenggara Graz Austria. Ini bisa dicoba di Indonesia. Kita berharap agar ledakan kedua pandemi tidak terjadi. Semoga Indonesia bebas Covid–19, kehidupan berjalan normal dan perekonomian membaik,” pungkas dr Umar. (Had/Red)