Brigade Infanteri Para Raider 18/SEY, Jago Bertempur, Piawai Bercocok Tanam

Foto: DanBrigif 18/Kostad bersama rekan-rekan media. (nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Masa pandemi, membuat Pemerintah mencanangkan program ketahanan pangan bagi masyarakat. Program ini mencakup semuakalangan dan lapisan masyarakat, tak terkecuali kalangan TNI. Seperti yang dilakukan jajaran satuan TNI Angkatan Darat, Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider 18, yang bukan saja jago dalam bertempur menjaga NKRI, namun piawai bercocok tanam.

Brigade Infanteri Para Raider 18/Sarvatra Eva Yudha yang bermarkas di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, memanfaatkan lahan kosong di wilayahnya untuk mengembangkan pertanian.

Komandan Brigif Para Raider 18/SEY, KolonelInf Ahmad Hadi Al Jufri mengatakan, pihaknya menggarap program ketahanan pangand engan mengelola lahan tanaman sayur, ternak ayam, kambing, dan ikan air tawar.

Foto: Komandan Brigif Para Raider 18/SEY, Kolonel Inf Ahmad Hadi Al Jufri (paling kanan), menerangkan pengelolaan budikdamber atau budidaya ikan dalam ember. (Nedi Putra AW)

“Lahan di sini luasnya 1,5 hektar, sudah digunakan untuk menanam sayur mayur, seperti sawi, kol, selada, jagung dan tomat, yang dipakai untuk kebutuhan sedkitnya 1.500 prajurit dan 500 KK yang ada di pangkalan militer ini,” terangnya, Sabtu (11/7/2020).

Selain itu, imbuh dia, ada terobosan yang dilakukan dengan pemanfaatan pekarangan rumah dinas atau barak lewat “budikdamber” atau budidaya ikan dalam ember. Hadi menjelaskan, sistem ini diadaptasi oleh berbagai kalangan, karena mudah dan sederhana namun menghasilkan panen yang cukup besar.

“Selain untuk ketahanan pangan, upaya ini sebagai bekal keahlian bagi para prajurit saat pensiun nanti,” harapnya.

Sebelumnya digelar media gathering sebagai upaya menjalin kemitraan dan sinergi yang kuat antara Brigif Para Raider 18/SEY dengan media Se-Malang Raya.

Kolonel Inf Ahmad Hadi Al Jufri jugamengajakawak media melihat latihan Mountaineering, sebuah latihan yang menggabungkan kemampuan fisik dan teknis bertempur. (Ned/Red)

Simak juga video berikut ini: