Upacara Hari Koperasi, Dipimpin Ketua Baru Dekopin Dr Sri Untari

Foto: Dr Sri Untari (baju merah). (ist)

BACAMALANG.COM – Dr. Sri Untari Bisowarno MAP kini resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Penetapan itu berdasarkan keputusan Menkum HAM,l yang mengacu pada pasal 59 UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian menyebut, Organisasi yang dibentuk sebagaimana dimaksud dalam pasal 57 disahkan oleh Pemerintah.

Dirjen Perundang-Undangan, Menkum HAM, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum menyampaikan, bahwa pemilihan Ketua Umum Dekopin Dr. Sri Untari Bisowarno M.AP adalah tindakan yang tepat.

Surat pengesahan itu sudah diterima oleh Sri Untari, sehingga secara yuridis formal telah diakui dan resmi memimpin Dekopin, serta berhak secara penuh untuk menjalankan roda organisasi.

Sebelumnya, pada Musyawarah Nasional Dekopin yang dilaksanakan pada tanggal 11-14 November 2019 di Hotel Claro, Makassar, telah dilakukan perubahan AD Dekopin dan dilakukan pemilihan Ketua Umum yakni Nurdin Halid. Namun Nurdin Halid terpilih bukan berdasarkan AD Dekopin yang dimaksud dalam UU No.25/1992 tentang Perkoperasian.

Berdasarkan Anggaran Dasar Dekopin Pasal 19 ayat 3 yang disahkan oleh Keppres No.6/2011, periode Ketua Umum paling lama dua kali berturut-turut sehingga berdasarkan AD yang masih sah tersebut Nurdin Halid tidak bisa dipilih menjadi ketua lagi.

Setelah mendapaatkan mandat secara resm pada tanggal 11 Juli, Sri Untari langsung berziarah ke Makam Bung Hatta. Selain itu ia juga langsung memimpin upacara di halaman makam Bung Hatta.

Sementara itu, Sri Untari merasa bangga dan istimewa saat upacara ini lantaran selain untuk pertama kalinya dia memimpin upacara, karena dalam upacara itu juga dihadiri oleh putri Bung Hatta Mutia Hatta.

“Saya berziarah ke makam Bung Hata sabagai rangkaian Hari Koperasi, sekaligus memimpin upacara. Kami kehadiran putri beliau yakni Ibu Mutia Hata, dan ini sungguh sangat istimewa,” kata Sri Untari, Minggu (12/7).

Sri Untari juga mengajak untuk mengenang jasa-jasa Bung Hata, serta meneguhkan kembali mandat dan cita-cita koperasi Indonesia.

Lebih lanjut, Sri Untari menyampaikan bahwa koperasi sebagai sukoguru yang  bisa diterjemahkan dan dipahami, dihayati serta dilaksanakan sebagai wadah pendidikan anggota  dalam membangun kesadaran akan kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong.

“Keperdulian keterbukaan kejujuran dan kedisiplinan dengan anggota yang sehat koperasi akan kuat dan bersama koperasi yang kuat, maka ekonomi Indonesia akan berdulat,” pungkas Sri Untari. (Lis/Red)