Beri Motivasi Maba IBU, Arif Suyono Emosional

Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi (paling kanan), bersama mantan winger Timnas Arif Suyono dan para alumni dalam Samba atau Sambut Mahasiswa Baru 2020 di Kampus C IBU, jalan Citandui, Malang, Selasa (11/8/2020).(nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Sejumlah 150 mahasiswa baru (maba) IKIP Budi Utomo (IBU) Malang mengikuti Samba atau Sambut Mahasiswa Baru 2020 di Kampus C IBU, jalan Citandui, Malang, Selasa (11/8/2020).

Samba kali ini merupakan kelanjutan dari Samba episode 1 yang digelar sebelumnya. Tema yang diangkat adalah Merdeka yang merupakan gabungan episode 2, 3 dan 4.

Acara ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Arema ke-33, dimana para mahasiswa baru mendapat kesempatan bagus untuk menyimak bincang para alumni IBU yang telah sukses menapak karir di berbagai bidang.

Salah satunya adalah mantan gelandang Arema Arif Suyono, yang telah menyandang gelar sebagai Sarjana Pendidikan Olahraga. Pesepakbola nasional yang akrab dengan sebutan ‘keceng’ ini mengungkapkan, bahwa kesuksesan itu tidak diraih dengan instan.

“Saya berasal dari keluarga yang minus, bahkan untuk membeli sepatu bola saya, kakak saya harus berhutang,” kenangnya.

Namun di tengah keterbatasan materi, Arif menegaskan bahwa salah satu prinsip orangtuanya adalah pentingnya sekolah atau pendidikan buat anak-anaknya.

“Prinsip ini saya pegang terus, meskipun saya sudah menjadi atlit profesional, saya tetap melanjutkan pendidikan formal,” ungkap mantan winger Timnas ini.

Bahkan ia mengaku ingin segera melanjutkan ke jenjang S2 di IBU.
Bagi Arif, pendidikan akan menjadi bekal hidup yang dibawa sampai mati, sehingga ia menekankan kepada mahasiswa baru agar tetap semangat belajar dan jangan lupa agar selalu meminta doa orangtua.

Oleh karena itu, ia mengaku apa yang diraihnya hingga saat ini merupakan upaya berbakti dan mengangkat harkat serta martabat keluarga dan kedua orangtuanya.

“Terutama ibu saya,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Selain Arif Suyono, bincang alumni ini juga menghadirkan lulusan IBU yang telah berkarir di bidangnya masing-masing.

Protokol kesehatan dari pandemi Covid-19 ini membuat hanya 50 maba yang mengikuti Samba secara offline di halaman kampus C IBU Kampus C, dimana sisanya mengikuti secara daring dari rumah masing-masing melalui channel YouTube IKIP Budi Utomo Official.

Sebelum mengikuti Samba, para maba telah dinyatakan sehat lewat rapid test, yang dilengkapi surat keterangan sehat. Para maba IBU harus melalui pemeriksaan thermo gun dan cuci tangan dahulu saat masuk kampus, menggunakan masker, serta sosial distancing ketika mengikuti acara.

Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi menuturkan, Samba kali ini sengaja mengambil tema Merdeka.
“Selain untuk memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia, juga penerapan kebijakan mas Menteri terkait Kampus Merdeka,” jelasnya di sela acara Selasa (11/8/2020).

Nurcholis mengatakan, IBU menerapkan istilah Merdeka ini secara mendalam, yakni merdeka belajar dalam mencetak generasi sebagaimana pengajaran Ke-BudiUtama-an yang mengandung 5 nilai perekat, yaitu Ke-Indonesiaan, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan dan Kepatutan.

Salah satu contohnya dengan menghadirkan para alumni IBU di depan para maba. Motivasi dan dorongan yang diberikan para alumni lewat berbagi pengalaman ini akan menjadi penyemangat mereka dalam mengikuti perkuliahan.

Selain itu rangkaian acara yang disajikan dalam Samba selalu menunjukkan identitas IBU.

“Ada pementasan skill bermain bola dan tari-tarian yang menunjukkan kampus ini adalah kampus mulitkultural yang berbudaya,” imbuhnya.

Nurcholis berpesan agar maba yang ingin segera memulai proses perkuliahan, dapat segera daftar ulang agar bisa mengikuti Samba di episode berikutnya.

“Acara Sambut mahasiswa baru ini berlangsung karena pembelajaran tidak boleh berhenti, dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” tandasnya.(ned/zuk)