Sukseskan Program Jatim Bermasker, GMKI Bagikan 26.000 Masker

Foto: Ridwan Tapatfeto(3 dari kiri) saat menyerahkan Masker kepada Pdt.Helbert Onja (2 dari kiri). Di dampingi Ketua GMKI Surabaya Nita Thyssen (pojok kiri) dan Seketaris Cabang Surabaya Ekravilo (pojok kanan). (ist)

BACAMALANG.COM – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jawa Timur melakukan aksi berbagi Masker dan mensosialisasikan pentingnya menggunakan Masker di tengah Pandemi kepada warga gereja, Rabu (12/8/2020).

Sebanyak 26.000 masker akan siap dibagikan di lingkungan gereja terhitung sejak 11 Agustus 2020 hingga akhir bulan Agustus 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Ridwan Tapatfeto selaku Kordinator Wilayah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Jawa Timur saat menyerahkan masker kepada Pendeta Helbert Onja, Pendeta Gereja GKSI jemaat Shalom Surabaya sekaligus Sekretaris Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Kota Surabaya, Jalan Manukan Tama A/9 pada Selasa (11/8/2020) malam.

Dia mengungkapkan, gerakan berbagi ini merupakan apresiasi serta dukungan atas gagasan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol.Dr Mohammad Fadil Imran SIK, M.Si dalam Program Jatim Bermasker.

“Kami menilai gagasan Jatim Bermasker ini adalah langkah yang sangat proaktif untuk menggerakkan masyarakat dalam menjaga penularan covid-19 di Jawa Timur,programnya sederhana namun berdampak, oleh karena itu kami dari GMKI turut mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker dan membagikan masker secara gratis jemaat gereja-gereja melalui pimpinan lembaga keumatan kristiani dan pendeta-pendeta” beber Ridwan.

Rencananya, GMKI juga akan menggelar Konsultasi wilayah, yang diikuti seluruh Badan Pengurus Cabang GMKI se-Wilayah V meliputi Jatim, Bali, NTB, dalam pertemuan itu akan menyusun gerakan dalam keikutsertaan GMKI melakukan pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19.

“Kita akan darat kan Program Jatim bermasker ini melalui kawan-kawan Pengurus Cabang GMKI juga. Selain itu, kami juga berharap aparat yang berwajib dapat menindak tegas masyarakat yang abai soal menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah”, katanya.

GMKI juga mendorong DPRD Jawa Timur segera menyelesaikan Perda terkait Protokoler kesehatan sebagai payung hukum aparat dalam melakukan tindakan kepada masyarakat yang abai terkait protokoler kesehatan. (Lis/Red)