Gelaran Gugur Gunung Bhumi dan Festival Keramik Agar Wisata Kota Malang Tidak Mati Suri

Foto: Festival Keramik Dinoyo, Minggu (11/10/2020). (ist)

BACAMALANG.COM – Pandemi Covid 19 membuat hampir semua kampung tematik tidak beroperasi dan tidak menerima kunjungan wisatawan, salah satunya di Kampung Tridi Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang. Agar wisata bergairah kembali, Kampung Tridi mengelar Gugur Gunung Bhumi Tridi, Minggu (11/10 /2020).

Nuryanto, Sekretaris Pokdarwis Kampung Tridi mengatakan, event yang digelar pukul 07.00 – 13.00 ini diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Gugur gunung adalah tradisi kerjabakti membersihkan kampung yang melekat di masyarakat,” ungkapnya.

Acara yang di gelar di bantaran sungai Brantas ini berlangsung sangat meriah. Ada penampilan teatrikal puisi, Tari Wirastri, Tari Bok-Bok Cung Cica, hingga jaranan oleh kelompok Prabu dan Vino.

Acara diakhiri pemotongan tumpeng secara simbolis telah oleh Kadisporapar Kota Malang Ida Ayu yang diserahkan kepada perwakilan Kampung Tridi. “Semoga acara Gugur Gunung Bhumi Tridi dapat menjadi agenda rutin tahunan, yang juga bisa meningkatkan semangat pegiat wisata agar destinasi ini tidak mati suri lagi,” harapnya.

Foto: Gugur Gunung Bhumi di Kampung Tridi, Minggu (11/10/2020). (ist)

Sementara di kampung Dinoyo juga digelar Festival Keramik dalam.waktu yang hampir bersamaan. Acara ini dimeriahkan sejumlah Duta Kota Malang seperti Duta Budaya Dan Museum Kota Malang hingga Mbakyu Cilik Kota Malang.

Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo Syamsul Arifin berharap tahun ke depan festival ini bisa digelar lebih besar lagi dan lebih lama. “Setidaknya bazar keramik bisa di gelar selain untuk edukasi wisata maka disini akan ada banyak pameran dan transaksi keramik dari berbagai daerah, sehingga promosi wisata keramik makin memguat dan berdampak pada masyarakat,” ungkapnya.

Hal ini, imbuh Syamsul, berawal dari masa pandemi Covid 19 yang berakibat produk keramik Dinoyo selama ini banyak dijadikan souvenir hajatan menurun. Festival yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini diapresiasi masyarakat dan juga para mahasiswa UMM, UB dan Unmer Pariwisata. Kampung Wisata Keramik Dinoyo dengan ini juga merupakan salah satu Program Doktor Mengabdi. (ned)