Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Ingin Kenalkan Kebaya kepada Generasi Milenial

Foto: Kopdar I dan pelantikan pengurus baru KKI Malang Raya di Waroeng Tani Pan Java Sengkaling, Desa Dau, Minggu (11/10/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – Pergaulan generasi milenial saat ini sudah sangat global, terlebih di era informasi yang seolah meniadakan jarak dan waktu. Fenomena ini tentunya berimbas juga dengan tren busana yang mereka pakai. Hal ini mengusik Erna Setiyaningrum untuk mendirikan Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI).

“Kami ingin semua milenial mengenal dan menggunakan kebaya dengan cara yang menarik dan etik, namun tidak terlepas dari modifikasi,” ungkapnya di sela kopdar I dan pelantikan pengurus baru KKI Malang Raya di Waroeng Tani Pan Java Sengkaling, Desa Dau, Minggu (11/10/2020).

Erna menambahkan, upaya ini menjadi landasan agar kaum milenial maupun wanita Indonesia tidak tergerus karena sibuk dengan budaya asing, sehingga melupakan budayanya sendiri. Melalui komunitas dengan 1.500 anggota secara nasional ini, Erna ingin kaum milenial bisa mengenal kebaya lebih dalam, namun dapat dimodifikasi dengan tidak mengurangi nilai filosofis dari kebaya itu sendiri.

Acara ini juga dihadiri istri Wakil Wali Kota Malang, Ny Ely Sofyan Edi Jarwoko, yang juga menjadi penasehat KKI Malang Raya. Kebaya juga disorot pegiat budaya Ki Demang yang menuturkan bahwa kebaya bisa dipakai untuk harian maupun formal.

“Setiap kebaya punya ciri, karakter serta filosofinya masing-masing, dengan berkebaya maka seseorang akan menempatkan dirinya sesuai dengan apa yang dipakai,” ungkapnya.

Penggagas Kampung Budaya Polowijen ini menambahkan, penggunaan pakaian tradisi akan menggerakkan dan mendorong ekonomi kreatif di sektor fashion maupun di sektor seni pertunjukkan.

Senada dengan Erna Setiyaningrum, ia mengatakan bahwa penggunaan kebaya bagi generasi milenial harus mampu dikombinasikan maupun dikolaborasikan dengan pakaian kekinian.

“Jangan sampai ruang kreativitasnya menjadi terbatas, namun kembali lagi, semuanya harus sesuai dengan penempatan dan filosofi kebaya itu sendiri,” pungkas Ki Demang.(ned)