Asyiknya Usaha Pembibitan Sapi PFH, Beromset Puluhan Juta Per Bulan

Foto: Roji di kandang Sapi PFH. (ist)

BACAMALANG.COM – Salah satu bidang usaha prospektif selain budidaya Ikan Cupang, Lobster Air Tawar dan Tanaman Hias, adalah pembibitan Sapi jenis PFH (Peranakan Frision Holstain) yang cukup menjanjikan.

“Alhamdulillah usaha pembibitan Sapi PFH semakin maju. Dalam sebulan hasilnya bisa sampai Rp 20 juta,” tegas Ahmad Uzairon Alfachrozi, Sabtu (13/2/2021).

Roji panggilan akrabnya, menjalankan usaha ini di Dukuh Maron Sebaluh
RT 26, Kelurahan Pandesari, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

Ia memulai usaha sejak masih duduk di SMK. “Saya mulai usaha pembibitan beternak sapi saat masih duduk di SMK Snakma Sengkaling kelas 3. Pas waktu itu tahun 2014 setelah lulus saya kuliah di UNISMA Malang. Waktu itu juga saya ambil jurusan peternakan. Awal mulanya punya 1 ekor pemberian orangtua terus berkembang sampai saat ini,” jelas Roji.

Ia waktu itu mempunyai awal modal cuma Rp 2.500.000. “Saya waktu itu mempunyai awal modal cuma Rp 2.500.000 hasil sisa uang saku itu saja di tambah diberi orangtua,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kendalanya di pembibitan yaitu kematian lebih tinggi. Potensi usaha ini sangat menjanjikan karena bisa memenuhi kebutuhan bakalan yang bagus untuk kebutuhan daging nasional. Kebutuhan daging Indonesia sampai saat ini masih belum tercukupi.

Miliki 75 Ekor Sapi

“Alhamdulillah saat ini jantan punya 60 ekor dan betina 15 ekor. Harga awal beli Rp 3 juta. Kalau umur 3 bulan sampai di atas Rp 7 juta,” terang Roji.

Ke depan ia juga ingin beternak Kambing. “Rencana ada untuk sisa pakan pedet biar bisa dimanfaatkan untuk Kambing,” imbuh Roji.

Meski sudah memiliki karyawan, sampai sekarang Roji sering ke kandang untuk merawat langsung ternak. “Semenjak ternak banyak, baru ada yang bagian kerja. Tapi saya masih ikut terjun ke lapangan untuk membantu,” katanya.

Ia menceritakan, penjualan dilakukan langsung ke peternak waktu umur diatas 3 bulan. Selain itu juga dijual ke peternak di pasar Sapi.

Selama ini ia belum pernah mengandalkan penjualan online. “Kasihan pembelinya soalnya kalau jual online sama saja jual video dan foto. Mending pembeli datang ke kandang langsung,” tukas Roji.

Saat terjadi pandemi, Roji mengaku tidak terlalu berpengaruh. “Tidak pengaruh, semua peternak masih membutuhkan bakalan soalnya yang besar-besat sudah di potong,” imbuhnya.

Roji ingin mengajak masyarakat berpartisipasi usaha pembibitan Sapi.
“Cita-cita dari usaha ini untuk masyarakat supaya masyarakat sekitar turut menyumbang kebutuhan daging negeri ini. Saya ingin usaha semakin berkembang dan bisa menyediakan bakalan yang bagus dan berkualitas,” papar Roji. (had)