‘Bisikan Gaib’ dan Harta Karun Dibalik Mayat Perempuan di Eks Mes PJB

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar (tengah) menunjukkan barang bukti yang diamankan dalam kasus pembunuhan di eks mes PJB Karangkates (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kasus kematian Mistrin yang mayatnya ditemukan bekas mes Pembangkit Jawa Bali atau PJB, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung akhirnya terungkap.

Perempuan 55 tahun warga Jalan Abiyoso Sumberpucung merupakan korban pembunuhan. Pelaku adalah anak kandungnya sendiri, Arifudin Hamdy.

Pria 35 tahun nekat menghabisi nyawa ibunya dilatarbelakangi ‘bisikan gaib’.

“Kami telah melakukan upaya penyelidikan. Kami berusaha mengumpulkan fakta-fakta dalam kasus ini. Korban dibunuh oleh seorang laki-laki. Laki-laki tersebut anak korban sendiri. Tersangka merasa mendapat bisikan dari alam gaib bahwa harus mendorong korban ke lubang,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Sabtu (13/2/2021).

Hendri melanjutkan, masih berdasarkan keterangan tersangka, dengan mendorong sang ibu masuk ke dalam lubang, tersangka berharap bisa mendapatkan harta karun. Ini masih berkaitan dengan ‘bisikan gaib’ itu.

“Kejadian bermula saat korban bersama tersangka pada Januari lalu sempat menemui ‘orang pintar’ di Wlingi Blitar. Mereka bertanya tentang harta karun di sekitar kios berjualan korban. Ada anggapan di bangunan tua itu, ada harta karunnya disitu,” terang Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat.

Hendri kemudian menyebutkan, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dilakukan tersangka terhadap korban. Polisi sendiri masih terus mendalami kasus tersebut. Termasuk kondisi kejiwaan tersangka.

“Sejauh ini belum kita temukan tanda-tanda pemukulan. Yang pasti kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kondisi kejiwaan tersangka. Ini perlu lebih lanjut dilakukan pemeriksaan dengan psikiater,” ucapnya. (mid/yog)