DLH Sebut Greenfields Indonesia Tak Maksimalkan IPAL

Limbah yang diduga sengaja dialirkan oleh Greenfields mencemari lahan pertanian di Kesamben Ngajum (ist)

BACAMALANG.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang menyebut jika PT Greenfields Indonesia tidak memaksimalkan keberadaan intalasi pengolahan air limbah atau IPAL.

“Kan sudah ada IPAL. Seharusnya bisa mengendalikan limbah cair yang dikeluarkannya agar tidak mencemari lingkungan,” ujar Kepala DLH Kabupaten Malang, Budi Iswoyo, Jumat (13/3/2020).

Seperti diketahui, belum lama ini, sejumlah petani yang berasal dari Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum mendatangi kantor DPRD Kabupaten Malang. Mereka mengadu terkait lahan pertanian yang diduga tercemar limbah cair kotoran sapi dari peternakan Greenfields.

Limbah itu diduga sengaja dialirkan lewat Sungai Gesang. Dan sialnya, aliran sungai tersebut menjadi tumpuan utama para petani di Desa Kesamben untuk irigasi.

Ketua Kelompok Tani Margotani 1 Kesamben, Matori menyampaikan jika dampak dari pembuangan limbah Greenfields ini sudah dirasakan petani selama 4 tahun terakhir.

“Sebenarnya masalah ini sudah lama. Para petani ini sangat dirugikan. Kita sudah beberapa kali pertemuan, baik dengan Muspika, pihak Greenfields itu sendiri, dan dinas terkait. Kalau Muspika, pasti sangat paham masalah ini. Jawaban dari Greenfields sampai sekarang juga tidak ada,” kata Matori, saat ditemui di ruang rapat Komisi III DPRD Kabupaten Malang.

Matori menambahkan, limbah dari Greenfields itu dibuang ke Sungai Gesang. Sungai Gesang sendiri, katanya, merupakan tumpuan irigasi para petani di Kesamben.

“Kan disana ada dua DAM. DAM 1 itu untuk mengaliri sekitar 54 hektar lahan pertanian, sementara DAM 2 itu untuk 87 hektar. Gara-gara aliran limbah itu, sekarang banyak petani yang dulunya nanam padi, pindah ke tebu. Kalau dibilang rugi ya sangat rugi, kalau padi kan setahun bisa tiga sampai empat kali panen, sekarang tidak bisa. Dulu satu hektar itu bisa sampai 50 ton per tahun, tapi sekarang sudah jauh dibawah itu,” urainya. (mid/yog)