Tak Mampu Bayar Angsuran Pinjaman, Nasabah PT PNM Mekar di Kota Batu Mengadu ke Peradi

Foto : Anggota Peradi Malang Raya, Suwito (kanan) saat menerima pengaduan. (ist)

BACAMALANG.COM – Sejumlah nasabah PT PNM Mekar di Kota Batu mengadu ke Peradi Malang Raya karena tidak mampu membayar pinjaman lantaran usaha macet akibat pandemi Corona, Senin (13/4/2020).

“Beberapa nasabah PT PNM Mekar di Kota Batu mengadu ke kami lantaran usaha macet akibat pandemi Corona dan tidak bisa membayar pinjaman,” tandas Anggota Peradi Malang Raya, Suwito.

Pria yang juga Advokat Kantor Hukum Rastra Yustisia & Associates ini menuturkan, beberapa perwakilan nasabah PT. Permodalan Nasional Madani ( PNM ) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera ( Mekar ) datang ke kantornya di Kota Batu.

Menurutnya, PT. PNM MEKAR ini adalah persero, sebuah Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang mengemban tugas khusus memberdayakan usaha mikro, menengah dan koperasi ( UMKM ).

Nasabah Mekar, kata dia, diperuntukkan bagi wanita yang berusia minimal 18 tahun hingga maksimal 55 tahun, dan teknis pinjaman ini diberikan dengan sistem berkelompok dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta per orang serta dibayar setiap minggunya dengan sangat berat.

“Dulu, untuk mengangsur PNM setiap minggunya, klien kami mampu dan lancar. Kini jangankan untuk membayar angsuran perseroan milik negara ini, untuk makan saja klien kami ini kesulitan,” terang Suwito.

Sejak Covid–19 masuk Indonesia dan Pemerintah daerah menerapkan social distancing ( pembatasan sosial ), dan karantina beberapa tempat, maka usaha klien macet total.

Untuk itu, pihaknya sebagai penasehat hukum yang ditunjuk serta mewakili beberapa kelompok nasabah PT. PNM Mekar dalam permasalahan ini bermaksud bersurat kepada Direktur Utama PT. PNM Mekar, Dirut BUMN bahkan kepada Menteri BUMN untuk meminta penundaan hingga batas waktu yang ditentukan sembari menunggu perkembangan.

Suwito menambahkan, pihaknya mempersilahkan dan tidak menghalangi pihak PT. PNM Mekar untuk melakukan upaya hukum terhadap nasabah yang sekarang sekarat akibat Covid-19 ini melalui pengacara negara yaitu seksi Perdata dan TUN Kejaksaan Negeri setempat.

“Kami sangat siap mendampingi para nasabah PT. PNM Mekar untuk menghadapi bentuk atau upaya hukum apapun. Yang pasti, klien kami saat ini keberatan melakukan pembayaran akibat Covid-19, ” pungkas Suwito. (Hum/Had)