Bagikan Makanan ke Masyarakat Rentan dengan Program OMG

Foto: Aksi mahasiswa UMM. (ist)

BACAMALANG.COM – Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok Kerja Nyata (KKN) 10, membagikan ratusan bungkus makanan untuk buka puasa kepada masyakarat rentan di Kota Malang, Selasa (12/5/2020).

Kegiatan ini adalah program Operasi Makan Gratis (OMG), yang mana kelompok mahasiswa yang sebelumnya ditempatkan di Jatiguwi, Sumberpucung, Kabupaten Malang ini rela menyisihkan sisa uang kegiatan program.

Diantara masyarakat yang menjadi target OMG adalah pekerja non formal, ojek online, tukang ojek, dan petugas kebersihan. Pembagian nasi bungkus ini dilaksanakan di 4 titik, antara lain di Jalan Ijen, Jalan Veteran, Alun-alun Kota Malang, serta Alun-alun Tugu Malang.

“Meskipun program KKN-nya telah usai, kami tidak ingin kebermanfaatannya juga berhenti. Untuk itu kami laksanakan program ini dengan membagikan 100 porsi makan untuk buka puasa,” kata Caprycornis Yearis S., mahasiswa Program Studi Teknik Mesin selaku humas KKN 10 Jatiguwi dan juga relawan Satgas COVID-19 ACT MRI Malang ini.

Dalam kesempatan ini, ia juga sangat mengapresiasi teman-temannya yang telah ikut ambil peran serta mendukung dalam menghadapi pandemi. “Kita harus saling berbagi, bekerjasama dan menguatkan satu sama lain di tengah situasi yang tidak menentu ini,” ungkapnya.

Dengan aksi ini, diharapkan akan memunculkan inisiatif lain yang akan banyak membantu masyarakat yang terkena dampak dari Covid-19. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu, seperti yang terkena pemutusan hubungan kerja yang tidak memiliki penghasilan lagi, serta para pekerja yang kehidupanya bergantung pada pendapatan harian.

Kelompok mahasiswa ini tidak bergerak sendiri. Mereka juga berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang dalam aksinya. Salah satu penerima manfaat mengaku pendapatan hariannya jauh berkurang sejak pandemi. “Sepi banget, mas. Nggak kayak biasanya. Pemasukan jadi sedikit padahal kebutuhan di rumah harus tetap terpenuhi,” pungkas Sutrisno, tukang becak yang mangkal di sekitar Alun-alun Tugu Malang. (hum/yog)