Raja Surakarta Hadiri Halal Bihalal Komunitas Tilas Leluhur Kota Batu

Foto: Komunitas Tilas Leluhur, saat sesi foto bersama Raja Surakarta usai Halalbihalal di Denden Ontong Cafe and Resto Kota Batu. (Eko)

BACAMALANG.COM – Komunitas Tilas Leluhur (KTL) mengadakan acara halalbihalal di Dendeng Onting Cafe and Resto, Jalan Bukit Berbunga, Kecamatan Batu, Kota Batu pada Sabtu (13/6/2020) malam.

Dalam acara itu, Ketua Komunitas Tilas Leluhur Noeryanto, S.H menyebut kegiatan acara halalbihalal merupakan acara khas yang telah membudaya di setiap daerah, tak terkecuali di Indonesia.

Acara halalbihalal diikuti oleh seluruh anggota Komunitas Tilas Leluhur baik dari Kota Batu, Kota Malang, Kota Mojokerto dan beberapa kota-kota lainnya.

Mereka terlihat saling berbincang, mengucap selamat Idul Fitri, dan saling menyampaikan permohonan maaf.

Noeryanto menyebut, bahwasanya tradisi halalbihalal tidak ada di tempat lain. Kebudayaan ini disebutnya khas dari Indonesia.

“Kalau di tempat lain tidak ada. Ini khas Indonesia. Itulah hebatnya orang Indonesia, jadi kita harus bangga dengan budaya dan tradisinya,” ucap Noeryanto.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Tilas Leluhur Sarah Mawardi, S.Ikom menyebut, kegiatan halalbihalal hidup dalam masyarakat Jawa. Catatan pertama yang menulis kegiatan yang serupa dengan halalbihalal terjadi saat zaman Raja Mangkunegara Pertama.

“Tradisi ini hidup di masyarakat Jawa. Catatan sejarah pertama kali dikenal di Mangkunegara Pertama. Punya kebiasaan setelah Idul Fitri, raja bertemu masyarakat. Kebiasaan kumpul di lapangan, raja duduk, masyarakat yang memutar menyalami,” ucap Sarah sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kanjeng Pangeran Paryana Rejoningrat Raja Pakubuwono Xlll menyampaikan, bahwasanya kegiatan Halal Bihalal tersebut sudah ada sejak jaman dahulu kala, khususnya di tanag Jawa.

“Ketulan kami juga salah satu leluhur di Kerajaan Majapahit. Kami juga mendoakan dan bersilaturahmi dengan Komunitas Tilas Leluhur yang ada di Kota Batu, karena apa yang kami lakukan ini tidak bisa lepas dari leluhur kita, jadi harus kita mendoakan agar beliau di sana juga bisa tenang, dan yang ditinggalkan juga bisa melanjutkan cita-citanya,” kata Raja Surakarta ini saat diwawancarai awak media.

Iapun menambahkan, Halal Bihalal bersama Komunitas Tilas Leluhur tersebut, juga sekedar ingin berkunjung dan silaturahmi serta menjaga jalinan persaudaraan.

“Ya, tujuannya memang tidak bukan agar negara NKRI ke depan lebih baik, gemah ripah loh jinawi dan diberikan kemudahan berbagai hal apapun. Kami juga berpesan, agar jangan sampai meninggalkan tradisi budaya Jawa dari leluhur. Harus di lestarikan, karena itu yang bisa merekatkan hubungan persaudaraan, dan saling menghormati bagi satu sama lainnya,” tandas dia. (Eko/Red)