Habiskan 2 Miliar, Kabupaten Malang Miliki Mesin PCR

HM Sanusi (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang akhirnya memiliki mesin polymerase chain reaction atau PCR. Mesin ini berguna untuk tes swab terhadap masyarakat agar diketahui positif atau negatif Coronavirus disease 2019 alias Covid-19.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan bahwa pembelian mesin tersebut menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Anggaran ini, lanjut Sanusi, diambil dari biaya tak terduga atau BTT penanganan Covid-19 Kabupaten Malang.

“Anggaran tersebut kami ambil dari BTT untuk penanggulan Covid-19,” ujar Sanusi, Senin (13/7/2020).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP ini menambahkan, mesin PCR tersebut didatangkan berkat kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Dr Iskak Tulungagung.

Saat ini, mesin PCR itu sudah ada di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

“Saya sudah instruksikan ke seluruh Puskesmas agar langsung tes swab jika ada pasien yang menunjukan hasil reaktif ke RSUD Kanjuruhan. Supaya tahu langsung hasilnya,” terang Sanusi.

Menurut Sanusi, jika sebelumnya untuk mengetahui seseorang positif atau negatif terjangkit Covid-19 membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari. Adanya mesin ini bisa memangkas waktu tunggu keluarnya hasil tes swab lebih cepat.

“Kalau dulu di Surabaya itu sampai 14 hari kami dapat hasil tes swabnya. Karena kan banyak se-Jatim itu yang tes, tapi dengan adanya mesin PCR ini cuma dalam hitungan jam. Contohnya jam 9 kami serahkan sample, jam 2 dini hari besoknya sudah muncul,” Sanusi mengakhiri. (mid/yog)