Demo Anarkis Omnibus Law, Dikutuk Aliansi Relawan Malang

Foto: Ormas Malang Bersatu tolak demo anarkis. (ist)

BACAMALANG.COM – Atas adanya tindakan demo anarki memprotes Omnibus Law beberapa hari lalu, massa aksi Aliansi Relawan Malang mengutuk keras.

“Kami dari perwakilan ormas di Kota Malang mengecam anarkisme. Kota Malang cinta damai, jangan merusak citra itu dengan tindakan pengrusakan seperti demontrasi 8 Oktober kemarin,” kata orator melalui pengeras suara depan gedung DPRD Kota Malang, Selasa (13/10/2020).

Diikuti 30 Ormas dan 17 Orma

Aliansi Relawan Malang menggelar orasi di depan DPRD Kota Malang dari masing-masing perwakilan ormas.

Sebagai Arek Malang, massa aksi mengutuk tindakan oknum yang merusak citra Kota Malang saat demontrasi menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020), lalu.

Massa aksi menyebut, aksi damai diikuti oleh perwakilan 30 ormas dan 17 organ kemahasiswaan dan kepemudaan. Mereka mengancam akan mengerahkan massa dengan jumlah besar, apabila ada kelompok atau oknum bertindak anarkis saat unjuk rasa.

“Kami bisa mendatangkan massa lebih banyak dari sekarang. Jangan pernah lagi mencoba merusak Kota Malang,” teriak orator.

Kapolresta dan Dandim Mendukung

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata bersama Dandim 0833 Kota Malang Letkol (arm) Ferdian Primadhona menemui pendemo tengah bergantian menyuarakan pendapatnya dalam orasi.

“Cinta damai menjadi ciri khas Arema. Bukan anarkis yang terjadi pada Kamis kemarin. Kami sungguh menyesalkan adanya tindakan anarkis dan semoga itu menjadi yang pertama dan terakhir di Kota Malang,” ucap Leonardus di hadapan Aliansi Relawan Malang.

Leonardus turut berpesan agar warga Kota Malang tak mudah diadu domba oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dengan tujuan agar terpecah belah.

“Kita harus selalu bergandeng tangan, menjaga kondusifitas Kota Malang. Jangan mau dipecah belah oleh oknum tak bertanggung jawab,” tandas Leonardus.

Dandim 0833 Kota Malang Letkol (arm) Ferdian Primadhona menyatakan, pihaknya menyesalkan demontrasi berujung anarkis yang terjadi beberapa waktu lalu itu.

“Aksi beberapa waktu lalu membuat kita kecewa. Dalam menyampaikan aksi mestinya secara damai, tidak merusak fasilitas umum dan fasilitas negara oleh oknum tak bertanggung. Jangan ada lagi oknum merusak citra Kota Malang dengan kekerasan, karena Arek Malang cinta damai,” pungkas Ferdian.

Sebelumnya, 3 ribu personel gabungan diterjunkan untuk mengawal adanya aksi unjuk rasa di Kota Malang pada hari ini. Pengamanan maksimal itu, mengantisipasi adanya demontrasi susulan menolak UU Cipta Kerja. (had)