Cari Rentenir Berkedok Koperasi, Satgas Pengawas Koperasi Lakukan Sidak

Foto: Barang diduga hasil sitaan ilegal oleh koperasi yang diduga berpraktek Rentenir. (ist)

BACAMALANG.COM – Satuan Tugas (Satgas) Pengawas Koperasi Kota Batu telah melakukan isspeksi mendadak kepada koperasi – koperasi di Kota Batu secara bertahap.

“Hal pertama dilakukan Satgas adalah menindak Koperasi Artha Mulya, Koperasi Maju Bersama serta Koperasi Sumber Artha yang beralamat di Jalan Brantas hingga Jalan Raya Sidomulyo Kecamatan Bumiaji,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Kota Batu Eko Suhartono di kantornya, Jumat (13/11/2020).

Inspeksi mendadak tersebut, lanjut dia, dilakukan secara legal berdasarkan Surat Keputusan Walikota Batu beberapa waktu lalu.

“Satgas Pengawas saat ini getol melakukan pengawasan, pemeriksaan, pembinaan terhadap koperasi di Kota Batu karena menjawab keresahan masyarakat yang selama ini banyak dilakukan oleh koperasi yang berpraktek rentenir,“ paparnya.

Menurutnya, tidak hanya koperasi – koperasi tersebut, namun pemeriksaan akan berkelanjutan terhadap semua koperasi yang berada di wilayah kerjanya yang ada di Kota Batu.

“Karena kami tidak ingin di Kota Batu ini banyak koperasi yang keluar dari semangat koperasi dengan melanggar undang – undang koperasi,” tegasnya.

Apalagi, kata dia, daerah Sidomulyo ke arah utara saat ini banyak masyarakatnya terjerat rentenir. Padahal Sidomulyo dikenal sebagai daerah subur dan produktif masyarakatnya. “Tetapi rentenir merambah hampir keseluruh wilayah Kecamatan Bumiaji,” jelasnya.

Dengan dilakukan pemeriksaan, pengawasan, evaluasi terhadap semua koperasi – koperasi yang wilayah kerjanya di Kota Batu, diharapkan bisa menekan aktifitas koperasi yang berpraktek sebagai rentenir. “Kami akan segera melakukan penutupan terhadap koperasi yang ditemukan dan diduga melakukan kegiatan melanggar Undang – Undang Koperasi apalagi melakukan praktek rentenir,” tutupnya.

Suwito, salah satu Anggota Satgas Pengawas yang juga berprofesi sebagai Advokat mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepolisian. Dari hasi sementara sidak Satgas Pengawas, ditemukan beberapa barang yang diduga hasil penyitaan atau perampasan yaitu beberapa unit sepeda motor.

“Selain ditemukan koperasi yang tidak melengkapi dokumen – dokumen pendirian, operasional, maupun dokumen koperasi lainnya, pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian dengan adanya temuan dugaan barang hasil penyitaan ilegal bahkan diduga barang itu hasil perampasan dari tangan calon anggota dan anggota koperasi itu sendiri,”ungkap mantan wartawan ini.

Koperasi, terang dia, wajib tunduk kepada undang – undang koperasi. Ia mencontohkan, seperti dalam melaksanakan eksekusi sita maupun upaya hukum lain, maka harus dengan penetapan bahkan putusan pengadilan. “Tidak diperbolehkan lembaga keuangan manapun apalagi koperasi membenarkan sita barang jaminan maupun eksekusi barang jaminan tanpa penetapan dan putusan pengadilan,” katanya.

Siapa saja, kata dia, masyarakat kota batu umumnya boleh mengadu kepada Satgas Pengawas Koperasi apabila merasa dirugikan oleh koperasi yang berpraktek rentenir apalagi melakukan sita maupun eksekusi ilegal yang tidak dibenarkan oleh hukum. (*/yog)