Menyinggahi Kedai Kopi Lanjtar Djaya yang Humble dan Cozy

Foto: Kedai kopi Lantjar Djaya. (why)

BACAMALANG.COM – Saat ini banyak sekali tempat nongkrong di Kota Malang. Menjamurnya tempat nongkrong yang sebagaian besar menyajikan beragam vairan kopi ini, dapat dengan mudah dijumpai di setiap sudut Kota Malang.

Dengan Tren Coffe Shop di Malang yang semakin berkembang, penggemar kopi pun juga semakin banyak. Tak disangka, banyak anak muda yang kini memulai karir bisnisnya dengan membuka kedai kopi.

Hingga membuat sepasang sahabat yakni Moh Yavian Dwika Putra dan Ahmad Diansyah Sinyo, memberanikan mendirikan kedai kopi bernama Lantjar Djaya dengan visi yang berani setelah lulus dari perguruan tinggi.

Moh Yavian Dwika Putra yang akrab dipanggil Pache, dan Ahmad Diansyah Sinyo akrab dipanggil Sinyo ini sudah akrab sejak masa kuliah.

Sebelumnya, kedua orang ini sangat hobby dengan menyeruput kopi ketika masih menjadi mahasiswa, mereka sering menjelajahi kedai kopi di Malang. Visi yang mereka bawa dalam mendirikan kedai kopi ini yakni sebagai tempat menjalin pertemanan dan kekeluargaan.

“Awal mula kepikiran itu berawal dari hobby gua bener-bener suka ngopi, suka ngopiiii gitu. Ini aku tu suka suasana yang rame kek gini, dimana ada suatu tempat ngopi, tempat pertemanan gitu lo. Pengen aja gitu satu sama lain bisa berbaur, engga harus ngobrol sendiri-sendiri tapi bisa ngobrol semua circle,” ungkap Pache.

Selain itu, dalam hubungan pelanggan dengan pemiliknya, dia juga sangat terbuka dengan pelanggan. Terlepas dari suku, ras, atau kepercayaan agama, pelanggan dari berbagai latar belakang pekerjaan dapat menikmati kopi di Lantjar Djaya. Di sisi lain, pemilik berharap dapat mengubah semua pelanggan menjadi anggota keluarga melalui budaya hubungan kekerabatan ini.

“Ini juga project idealis dan enggak mikir panjang-panjang. Jadi Lantjar ini tempat membangun pertemanan itu goalsku, ngopi tuh alatnya. Awal teman, terus saudara, sahabat, terus keluarga. Kekerabatan ini budaya yang aku bangun. Kita engga memandang siapapun, ras, suku, jabatan, agama, kalau lu berani masuk lu keluarga Kita gitu. Jadi Kita InshaAllah merangkul,” tegas Pache.

Keberlanjutan dalam hal ini, jika kalian tidak ada teman mengunjungi kedai kopi ini, pemilik akan siap mengobrol dengan Anda, karena pemilik kedai tersebut sangat terbuka dan ramah. Tidak hanya itu, para staf dan pemilik kedai kopi ini, selalu siap menemani Anda dan mengisi hati Anda dengan kegembiraan.

“Pertama gini, Kita engga maksa lu buat dateng kesini, Kita ini sangat mudah akrab gitu. Ada tuh temenku yang dateng kesini, dia diem awalnya, nah habis keluar dari sini dia jadi rame anaknya. Jadi dia bisa menemukan sebagian dirinya yang terpendam gitu, kalau Kamu kesini banyak masalah ya seenggaknya pikiranmu tenang setelah datang kesini. Jadi Kita hanya membuat pikiran positifmu jadi keluar,” ungkap Pache.

Kedai kopi ini memiliki 2 lantai, lantai pertama penuh dengan karya seni, ruang seni yang unik dan lukisan abstrak. Selain itu, di lantai dua dengan tema taman, kalian dapat menikmati kopi dengan semilir angin.

Program kolaborasi

Kedai kopi ini tidak hanya menyajikan kopi, tetapi pemiliknya memiliki banyak program yang dijalankan ke depannya. Yakni yang pertama Jumat Berkah, Kegiatan yang menyisihkan 10% pendapatan toko untuk komunitas yang bekerjasama dengan Lantjar Djaya, dan kerjasama komunitas ini akan berganti secara rutin selama ​​sebulan sekali.

“Jadi Kita setiap bulan berkolaborasi komunitas di Malang, jadi setiap bulan Kita berganti-ganti komunitas.Kita juga pernah berkolaborasi dengan komunitas anak difabel, terus komunitas seni yang lain. Jadi Kita menyisihkan uang untuk komunitas-komunitas yang berkolaborasi dengan Kita, yang Kita namakan Jumat berkah,” ungkap Sinyo.

Selain itu ada program lain yaitu “Kopi mobil” yaitu kegiatan ngopi yang menyegarkan dengan berkendara. Pada hari Rabu ada program “Rabu Mendongeng” yaitu ada story telling setiap hari Rabu , pelanggan akan disuguhkan cerita-cerita yang menarik saat menikmati kopi, dan pendongeng bisa datang dari mana saja, atau mungkin berasal dari pelanggan atau staf kedai. Dan ada juga yang menarik yaitu “Sunday Picnic”, kegiatan biasanya diadakan pada hari Minggu, Namun untuk pemesanan kopi tidak buka, kegiatan ini menyenangkan, bisa melukis, bisa bernyanyi, berkreasi, dan pemiliknya akan memberikan fasilitas bagi pengunjung yang ingin menciptakan karyanya.

“Terus ada rencana besar gua ngumpulin semua komunitas buat satu acara, acara ini rahasia. Jadi Kita semakin dapet kekeluargaan disitu. Dan Kami pengen menebar hal positif dan hal tersebut ada pemicunyalah, gua terinpirasi sama quotes nih di media sosial yaitu satu kebaikan yang Kita buat, InshaAllah pasti itu nular, dapat mengawali kebaikan-kebaikan yang tak terhingga,” tegas Pache.

Pemilik kedai ini berharap dapat dikenal luas oleh masyarakat Malang. Pemilik kedai juga berpesan kepada para mahasiswa agar mereka lebih mengeksplorasi Kota Malang lebih dalam.

“Pesan-pesan buat adek-adek mahasiswa di Malang, kuliklah Malang sampe ke akar-akarnya, jelajahi-lah malang, semuanya hingga ke kabupaten juga. Nah disitu lu bakal dapet pengalaman lebih dari tempatnya. Dan jangan lupa mampir ke kedai kopi Lantjar Djaya,” pungkas Pache. (why)