OTSU Coffee & Tea Sumbang Kopi untuk Nakes Incovid RSSA

Foto: Nur Very Heni Susanto meracik kopi dalam kemasan untuk disumbangkan kepada para tenaga kesehatan di ruang pelayanan pasien Covid (Incovid) Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dari OTSU Coffee & Tea di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Kamis (14/1/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Masa pandemi adalah masa perjuangan bagi tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda depan Covid-19. Apalagi angka konfirmasi postif semakin hari semakin meningkat termasuk di Kota Malang. Agar rantai penyebaran Covid-19 segera terputus, harus ada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang dikeluarkan otoritas pemerintah pusat dan daerah. Namun di satu sisi, perjuangan para nakes- baik dokter maupun perawat-juga harus mendapat perhatian.

“Salah satu dengan support apa yang mereka kerjakan,” ujar Nur Very Heni Susanto kepada BacaMalang.com, Kamis (14/1/2021).

Saat ditemui, pria yang akrab disapa Very ini sedang sibuk meracik kopi dalam kemasan untuk disumbangkan kepada para tenaga kesehatan di ruang pelayanan pasien Covid (Incovid) Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Very, yang mengelola OTSU Coffee & Tea di kawasan Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini mengungkapkan, upaya ini merupakan tindakan sederhana untuk mendukung kinerja para tenaga kesehatan tersebut.

“Berhubung saya di bisnis kopi, ya saya menyumbang kopi untuk mereka,” terangnya.

Apa yang dilakukan Very ini sebenarnya bukan hal baru baginya, karena selama ini ia aktif berkegiatan di lingkungan RSSA sebagai relawan dari komunitas Sahabat Anak Kanker (SAK).

“Sebelumnya sudah sering kami berbagi nasi, terutama di bulan puasa kepada para pasien maupun orang tua penderita kanker, nah, kali ini giliran para nakes Incovid,” jelas founder Sahabat Anak Kanker ini.

Very berharap apa yang dilakukan ini dapat menambah spirit kerja para nakes, meski hanya dengan menyumbang kopi. Ia juga berharap apa yang ia jalankan bisa ditiru pihak lain sebagai bentuk solidaritas kepada mereka. “Intinya sumbangkan apa yang bisa disumbangkan,” tegasnya.

Terkait SAK, ia mengisahkan bahwa masa pandemi membuat kegiatannya dengan para pasien juga terhenti. “Padahal inti dari kegiatan SAK adalah kumpul-kumpul dan bergembira untuk menambah semangat anak-anak penderita kanker maupun orang tua pendamping mereka,” ujarnya.

Tapi ia mengaku tetap ada beberapa kegiatan yang digelar secara daring. “Selain itu kita sempat menggarap mural di RSSA untuk visual healing, meski untuk sementara harus dihentikan karena pandemi,” tutupnya. (ned)