IGTKI Ngantang Peringati HAN dengan Mengajak Orang Tua Dampingi Putra Putrinya

Foto : Peringatan HAN di Ngantang. (ist)

BACAMALANG.COM – Ikatan Guru Taman Kanak – kanak Kecamatan Ngantang dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2020 dengan merias rinjing dan melukis kipas dengan harapan orang bisa mendampingi putra putrinya karena tanggung jawab pendidikan  tidak sepenuhnya di pundak guru.

Ahmad Taufik Juniarto, Camat Ngantang menjelaskan terkait kegiatan ini tentunya tujuan utama yang paling penting adalah orang tua masih memiliki tanggung jawab yang besar  terhadap perkembangan anak.

Anak sejak usia dini sampai nanti melanjutkan pendidikan ke pergurian tinggi menjadi tanggung jawab orang tua tidak boleh memasrahkan secara keseluruhan tanggung jawab pendidikan kepada guru sebagai orang tua harus tetap mendampingi putra putrinya.

Abdul Manab, Ketua Koordinator Wilayah Kecamatan Ngantang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menjelaskan, kegiatan lomba ini dalam rangka memperingati hari anak nasional bagian dari kegiatan Ikatan Guru  Taman Kanak-kanak Indonesia Kabupaten Malang, dimana IGTKI Ngantang menggelar lomba menghias rinjing dan melukis kipas dengan melibatkan walimurid. 

“Itu kerjasama wali murid dan anak – anak,” tegasnya. 

Harapanya dalam lomba merias rinjing dan melukis kipas ini bisa memberikan kesadaran kepada ibu -ibu bahwa pendidikan  anak itu tidak hanya diserahkan kepada lembaga formil seperti TK tapi juga menjadi  tanggung jawab orang tua yang ada di rumah dan semua stakeholder yang ada supaya bersama – sama mengawasi perkembangan anak memberikan kasih sayang kepada anak.

“Berikan anak kebebasan jangan anak dibesarkan dengan budaya kekerasan,” harapnya.

Peserta yang mengikuti lomba merias rinjing dan melukis kipas ada 22 lembaga dengan skema setiap lembaga mengirimkan perwakilan  untuk mengikuti lomba ini.

Sumi Hernik, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kecamatan Ngantang menambahkan , kegiatan hari ini  rangkaian peringatan hari anak nasional tahun 2020 mulai tingkat propinsi yang disponsori perusahaan swasta dengan menggelar lomba menghias rinjing dan melukis kipas yang diikuti walimurid dan siswa atau kami menyebutnya mamamia mama dan ibu.

Tema dalam memperingati hari anak nasional ini  peran keluarga dalam upaya perlindungan anak diharapkan orang tua memiliki kesadaran yang tinggi akan perananya dalam mendidik putra putrinya.

“Jadi tidak sepenuhnya menjadi tugas guru untuk membuat anak menjadi kreatifitas dalam mengajar terhadap anak, tetapi orsng tua ikut andil memberikan pendidikan bagi putra putrinya dirumah,” ungkapnya. 

Harapannya peran orang tua dalam pendidikan  anak harus lebih maksimal, khususnya  di Kecamatan Ngantang sudah mengawali dengan kegiatan-kegiatan parenting selalu didukung oleh Korwil Ngantang serta melibatkan muspika Ngantang.

Tujuan kegiatan ini menciptakan anak -anak atau generasi yang cerdas dimana seorsng ibu sangat berperan mendampingi putra putrinya ,karena waktu disekolah maksimal hanya 2-3 jam.

“Kita bisa memberikan pemahaman kalau kemarin kegiatanya parenting, kalau sekarang  kreativitasnya karena proses belajar fisik  motorik kasar, seni bisa jadi didampingi ibunya,” pungkasnya. (Yon)