Mudahkan Transaksi, BI Malang Dan Komisi XI DPR RI Dorong Masyarakat Gunakan QRIS

Foto : Acara pekan QRIS di Lapangan Rampal Malang. (yog)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya memudahkan transaksi, BI Malang dan Komisi XI DPR RI mendorong masyarakat menggunakan transaksi non tunai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

“Dalam upaya memudahkan transaksi, kami bersama BI Malang mendorong masyarakat menggunakan transaksi non tunai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” tandas anggota Komisi XI DPR RI, H Ali Ahmad, Sabtu (14/3/2020).

Seperti diketahui, Ali Ahmad atau Gus Ali turut menghadiri  puncak pekan QRIS Nasional yang diadakan Kantor BI Malang di Lapangan Rampal, Kota Malang.

Dikatakannya, pada era disrupsi saat ini, kehidupan manusia tak bisa lepas dari penggunaan gawai (smartphone) yang kian memudahkan urusan keseharian masyarakat.

Dijelaskannya, penggunaan smartphone tak hanya terbatas pada urusan komunikasi saja. Melainkan juga, kini urusan belanja sampai  transaksi antar bank pun semua tersedia dalam sebuah telepon pintar.

Efisiensi dan efektivitas menjadi kata kunci di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Menyadari manfaat layanan keuangan dan pembayaran berbasis non tunai bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang sebagai mitra kerja Komisi XI DPR RI, mendorong perluasan penggunaan transaksi non tunai melalui QRIS tersebut.

Ali Ahmad menuturkan, QRIS memudahkan masyarakat melakukan transaksi menggunakan semua layanan uang elektronik dimanapun dan kapanpun hanya dengan satu QR Code.

“QRIS sebagai sistem pembayaran yang telah distandarisasi, dapat di scan dan terkoneksi dengan 28 aplikasi pembayaran. Mulai dari OVO, Dana, Go-Pay sampai LinkAja,” terang Gus Ali.

Berdasar data dari Bank Indonesia, QRIS telah digunakan oleh 2,7 juta merchant di seluruh Indonesia. Sedangkan di wilayah kerja BI Malang terdapat 56,9 ribu dan khusus Malang sebanyak 47 ribu merchant yang telah meggunakan QRIS.

“Kami dari Komisi XI DPR RI sebagai mitra kerja BI Malang terus mendorong agar QRIS terus berkembang dan bisa digunakan seluruh elemen masyarakat di Indonesia,” pungkas Gus Ali. (Had)