Cegah Penyebaran Covid-19, Desa Junrejo Tiadakan Budaya Ater-ater

Foto: Kepala Desa Junrejo Andi Faisal Hasan, saat diwawancarai awak media. (Eko)

BACAMALANG.COM – Menjelang puasa ramadhan, budaya weweh atau ater-ater lazim dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Kegiatan itu dilakukan, bukan tanpa alasan, sebab hal itu telah turun temurun dan membudaya.

Akan tetapi, sepertinya tidak akan terlihat lagi di sebagian desa di Kota Batu. Pasalnya, sebagian desa sudah membuat kebijakan dengan menghimbau kepada warganya untuk sementara waktu meniadakan budaya yang telah turun temurun tersebut.

Menurut Kepala Desa Andi Faisal Hasan, Kepala Desa Junrejo, budaya yang dimaksud ditiadakan, terlebih hal itu dilakukan dalam rangka menghambat akan penyebaran Covid-19 di Kota Batu.

“Kebijakan meniadakan weweh atau ater-ater ini untuk mengurangi dan menghambat proses penyebaran dari wabah Covid-19, yang mana salah satunya dengan menerapkan physical distancing menjelang puasa ramadhan dan lebaran Idul Fitri,” kata dia kepada awak media, Selasa (14/4/2020).

Dirinya menjelaskan, khusus di wilayah Desa Junrejo, himbauan itu telah dikeluarkan pada Senin (13/4/2020) kemarin, dan telah di edarkan melalui RT dan RW kepada warga masyarakat setempat.

“Di Desa Junrejo, meniadaan budaya ater-ater. Dan ini berlaku hingga wabah Covid-19 sampai benar-benar telah berakhir di tanah air, khususnya di Kota Batu. Hal itu dilakukan, karena ada himbauan dari pemerintah untuk social distancing, serta mempertimbangkan sektor ekonomi yang terkena imbas wabah covid-19,” terangnya.

Terpisah, Ketua RW 09, Sugeng Nurcahyo juga menyampaikan, bahwa menyikapi soal himbauan tersebut warga Dusun Rejoso, Desa Junrejo sepakat meniadakan tradisi weweh atau ater-ater untuk tahun ini.

“Ya, kami memang telah mengedarkan surat himbauan kepada warga masyarakat, untuk tidak melakukan weweh atau ater-ater. Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran dari virus Corona,” kata dia yang juga diamini Ketua RW 10 Dusun Rejoso, Ngadiono.

Sementara itu Camat Junrejo, Arief Rachman Ardyasana merespon positif inisiatif dari warga tersebut. Menurutnya, sejauh hal itu adalah merupakan hasil kesepakatan bersama, tentu pihaknya juga bakal mendukung.

“Hal ini juga dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Saya kira inisiatif itu bagus. Yang terpenting semua warga sepakat, bahwa hal itu dalam rangka membantu memutus mata rantai akan penyebaran Covid-19 dan membantu meringankan beban ekonomi warga masyarakat,’’ tandas Arief.

Sekadar diketahui bersama, selain di Desa Junrejo sendiri, desa lainnya di Kota Batu juga memberlakukan hal serupa. Seperti di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji dan komunitas ibu-ibu Villa Songgoriti. (Eko)