Berhubungan Tanpa Nikah Selama 13 Tahun dan Punya Anak dari Pengusaha, Ibu Ini Justru Jadi Terdakwa

Foto: Terdakwa Lilik (baju kuning) didampingi penasehat hukumnya dari Sriwijaya & Associates. (yog)

BACAMALANG.COM – Lilik SSE (48), warga Jalan Candi Sari, Kota Malang ini sebelumnya menjadi simpanan seorang pengusaha selama 13 tahun. Bahkan dari hubungan tersebut, ia mengaku dikarunia seorang anak hingga dijanjikan akan dinikahi, meskipun sang pengusaha tersebut sudah mempunyai istri sah.

“Saya menemani dia dalam suka dan duka. Bahkan ketika dia sakit, saya mengantarkan berobat ke luar negeri. Saya percaya saja ketika dia menjanjikan ke saya akan dinikahi kalau istrinya ke luar negeri. Setelah istrinya tau tahun 2018, kemudian saya dan anak saya dicampakkan begitu saja,” kata Lilik.

Tak sampai disitu, Lilik bahkan harus menjadi terdakwa menjadi terdakwa dan berstatus tahanan kota atas dakwaan dugaan Pasal 263 Ayat 2 KUHP dan Pasal 266 Ayat 1 KUHP usai dilaporkan oleh Sagit Kusnobianto (72), seorang pengusaha yang disebutnya sebagai Pemilik Toko Bianto Ban di Kota Malang.

“Yang seharusnya dia yang bertanggung jawab atas hidup saya dan anak saya, sekarang berbalik arah. Yang dirugikan dalam hal ini saya dan anak saya kareba tidak bisa menghadapi kehidupan dengan normal. Sementara dia tidak bertanggung jawab dan melimpahkan semua kesalahan kepada saya, padahal kesalahan itu tidak saya lakukan,” paparnya.

Berlian Ganesi SH MH, penasehat hukum Lilik menambahkan bahwa kliennya tersebut menjadi terdakwa atas tuduhan pemalsuan buku nikah. “Buku nikah itu menurut Bu Lulik diberi oleh Pak Sagid Bianto yang sudah kumpul dengannya selama 13 tahun. Ternyata baru diungkap sekarang bahwa buku nikahnya palsu dan Pak Bianto sendiri yang melaporkan klien kami ke Polda Jatim,” tandas Ganesi, sapaan akrabnya.

Buku nikah itu, lanjut Ganesi, digunakan untuk mengurus akta kelahiran anak dari hasil hubungan antara Sagit Kusnobianto dan Lilik. “Bu Lilik minta dinikahi, tapi ternyata tidak dinikahi karena sudah punya buku nikah. Klien tidak merasa melakukan (pemalsuan) itu. Ya nanti bisa kita lihat di fakta persidangan,” tutur Ganesi yang didampingi penasehat hukum Lilik lainnya, yakni Nurning Tyas Widyowati SH dan Fransisxus X Utukaman SH.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah SH MH menjelaskan bahwa terdakwa Lilik diiduga menggunakan surat nikah yang diduga palsu untuk mengurus akte kelahiran anaknya. Surat nikah ini ternyata tidak tercatat di KUA Wonokromo, Kota Surabaya.

“Jadi kronologis perkaranya, tahun 2009 terdakwa Lilik mempunyai hubungan khusus dengan Sagit Kusnobianto. Dalam perjalanannya, mereka ada anak dan adanya surat nikah inilah Lilik membuat akte kelahiran anaknya. Nanti kalau dari penasehat hukum terdakwa merasa Pak bianto yang melakukan ya silahkan dilaporkan. Nantinya siapa yang membuat surat nikah itu, kita lihat saja di persidangan.,” ujar Wahyu. (yog/red)