Lestarikan Warisan Nusantara, Kembangkopi Gandeng Mahadaya Institut

Foto : Meditasi Medseba. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna melestarikan warisan budaya Nusantara dan menyehatkan warga, Pendopo Kembangkopi Wagir dan Mahadaya Institut menggelar pelatihan meditasi, Minggu (13/9/2020).

Meditasi ini juga dikenal dengan sebutan Medseba. Pelatihan dibimbing langsung oleh pendiri dan pengasuh Padepokan Pengging, pendiri dan pengasuh Training Medseba, serta spiritual healer, Setyo Hajar Dewantoro.

Kegiatan ini dihadiri 45 orang peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Kegiatan berlangsung dari pk 13.00 – 18.00 WIB.

Buku Suwung Medseba

Sekilas informasi, bagi pembaca buku “Suwung, Medseba, Sastra Jendra dan Jumbuh Kawula Gusti” pasti akan kenal penulisnya, yaitu karya Setyo Hajar Dewantoro.

Dari buku-buku tersebut, banyak penikmat kemudian mencoba menyelami untuk belajar tentang bagaimana menyelaraskan diri dengan kehendak semesta.

Dari karya itu, terkait dengan bagaimana menyelarakan semesta, dilakukan dalam bentu bermeditasi.

Dari salah satu bukunya, Setyo Hajar mencoba memberikan bimbingan praktek tentang Meditasi.

Meditasi dan Tanya Jawab

Pada kesempatan kali ini, dial foundation yang mengembangkan brand Pendopo Kembangkopi sebagai Bussiness Development Services, bekerja sama dengan Mahadaya Institut, menyelenggarakan meditasi.

Pembimbingan dilakukan dalam bentuk meditasi dan tanya jawab tentang bagaimana mengelola, menyelaraskan kehendak semesta.

Meditasi ini adalah meditasi yang digali dari ajaran leluhur Nusantara Kuno yang sangat kaya. Meditasi ini disebut dengan Medseba, menawarkan wawasan spiritual yang praktis dan membumi.

Perluas Jejaring Komunitas

Owner Pendopo Kembang Kopi Wagir Pietra Widiadi menuturkan, kegiatan ini menjadi peluang bagi Pendopo Kembangkopi merambah komunitas yang lebih luas tidak hanya dalam kelompok-kelompok olah raga dan olah jiwa, seperti penggowes dan penjelajah yang juga mengadakan kegiatan di Pendopo Kembangkopi yang menjadi vocal poin jalur olah raga dan olah jiwa ini.

Tempat ini juga merupakan vocal poin bagi para pegiat dari komunitas lingkungan.

Dengan komunitas meditasi ini, diharapkan wawasan warga dan juga bagian dari lingkungan dimana Pendopo Kembangkopi berada memahami dan mampu mengejawantahkan kehendak semesta.

Dimana semesta yang begitu luas ini, menjadi sebuah khasanah dalam berperikehidupan dalam bentuk berkebudayaan dalam kehidupan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk bagaimana modal sosial (social capital) menjadi sebuah bara yang hidup dan menghidupkan pola hubungan yang harmonis antar sesama,” tandas Pietra Widiadi.

Menurut, Nenden salah satu pegiatan dalam meditasi dari Mahadaya Institute, Pendopo Kembangkopi bukan hanya sebuah tempat tetapi juga merupakan bentuk pengejawatahan dalam menyelaraskan kehendak alam. Ini jalan kehidupan yang memang harus dilalui.

“Tempat ini cocok, sebagai hub dimana orang bisa saling bertemu, berbagi dan saling mendukung untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan secara jasmani dan rohani. Tempat yang memberikan aura yang adem, sejuk dan mendayakan hidup bagi kehidupan,” terang Nenden. (had/red)