Rilis Album #Satu, Malang Dub Foundation Eksis Berkarya di Tengah Pandemi

Foto: MDF. (ist)

BACAMALANG.COM – Walaupun wabah Corona masih mengintai, Malang Dub Foundation (MDF) eksis berkarya merilis album #Satu.

Malang Dub Foundation terbentuk pada tahun 2014 dengan member Angga MDF : drum sampling dan Koko TF : guitar.

Pada awal terbentuk MDF berfokus pada musik cover lagu-lagu dari Bob Marley, Matisyahu dan lainnya.

Dengan featuring beberapa vokalis band reggae Malang. Pada tahun 2015 Koko TF fokus bersama band (Tropical Forest) yang dari awal didirikannya.

Setelah beberapa saat vakum dengan project lain, Di  tahun yang sama Doris masuk mengisi kekosongan vokal yang selama ini tidak ada.

Beberapa single telah diluncurkan dengan bergabungnya Doris sebagai vokal (Lion Free 2013, Kesombongan 2017, Cerita Pagi 2018, dan Ayah 2019). 

Dengan formasi baru yakni Angga (MDF drum/sampling), Doris (vokal), dan Sony (guitar).

Di tahun 2020 ini MDF mencoba mengemas 8 materi yang sudah lama tersimpan menjadi sebuah album.

Album perdana ini diberi title #SATU karena dirasa mewakili perjalanan MDF selama berkarya di dunia musik.

Materi yang sebelumnya menjadi single-single diaransement ulang versi album seperti “Ayah, Khatulistiwa dan Cerita Pagi”.

Musisi reggae Tege Dred (guitaris Steven and Coconutrezz dan Steven Jam) turut mengisi alunan guitar pada track “Bebaskan Hati” untuk female vocal sinden di track “Khatulistiwa” diisi oleh Yuni, vokalis muda berbakat.

Adapun lagu-lagu dalam album Track on #SATU ini berisi single Khatulistiwa feat Yuni, Senandung Hujan, Sahabat Sejati, Cerita Pagi, Ego, Bebaskan Hati feat Tege Dred, Ayah dan Kunanti.

“Terima kasih kepada keluarga besar dan Sahabat yang telah mendukung Kami selama ini..Harapan Kami semoga album perdana ini bisa menjadi inspirasi positif untuk semua orang, bisa diterima dari kalangan apapun. Dan bukan karya terakhir Kami,” kata Angga MDF. (*/had)