Bangun Karakter dan Belajar Ekosistem, Lewat Outing Ceria Desa Sumbersuko

Foto: Outing anak-anak Desa Sumbersuko Wagir Kab. Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Setelah 1 semester menghabiskan waktu untuk berdaring, anak-anak di Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, didampingi oleh Program Office Dial Foundation, Anggi dan Fasilitator Desa melakukan kegiatan outing ke Alas Pakis, di Jurang Sikut, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

Agenda outing ini, mendorong anak-anak untuk mengenal lingkungan. Melalui kegiatan pendampingan anak-anak diharapkan, menjadi upaya untuk membangun karakter dan pemahaman anak-anak. Usia peserta outing anak-anak ini, antara 10 – 15 tahun.

Bermain Sembari Belajar

Kegiatan ini mengusung tema bermain sambil belajar, kali ini mengajak anak-anak untuk menikmati asyiknya belajar di taman Alas Pakis. Suasana taman yang sejuk serta masih mernuansa alami sangat cocok untuk menjadi media belajar kali ini.

Sebelumnya Program Officer DF, yakni Anggi telah menggagas kegiatan serupa namun dilaksanakan di sekitar rumah anak-anak.

Mendekati akhir semester, berbagai jenjang di sekolah melaksanakan penilaian akhir semester. Dikarenakan pandemi Covid 19, proses pembelajaran selama semester ganjil ini sepenuhnya berlangsung di rumah.

Anak-anak mengerjakan tugas-tugas sekolah didampingi oleh orangtua atau dikerjakan secara berkelompok. Alas Pakis yang merupakan salah satu taman di desa Sumbersuko ini, memiliki ekosistem yang beragam.

Di dalam taman terdapat puluhan pohon Pinus, Pakis, bambu, dan berbagai macam tanaman bunga. Selain terdapat tumbuh-tumbuhan, di dalam taman ini juga terdapat kolam ikan.

Tepat di depan taman juga terdapat sungai dengan airnya yang mengalir deras dan jernih.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 15 anak terdiri dari berbagai jenjang dan usia. Mulai dari siswa SD hingga SMA. Tidak hanya mereka, beberapa warga usia dewasa juga ikut bergabung dalam kegiatan ini.

Anak-anak diajak untuk membuat lingkaran kemudian bermain beberapa permainan outbound seperti cap cip cup, regu penolong serta opposite.

Melalui permainan tersebut diharapkan dapat dapat melatih fokus, komunikasi, berfikir secara cepat, keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri, dan lain sebagainya.

Saling Bantu Mengajari

Setelah selesai bermain game outbound, anak-anak dibagi ke dalam 2 kelompok untuk meneliti ekosistem air dan juga tumbuhan yang ada di taman Alas Pakis.

Setiap kelompok terdiri dari anak-anak dengan berbagai jenjang pendidikan. Sehingga konsep saling mengajari jenjang di bawahnya pada kegiatan sebelumnya tetap dipraktekkan.

Anak-anak yang masih SD dibimbing oleh yang usia SMP maupun SMA dan SMA dalam proses identifikasi ekosistem air dan tumbuhan.

Suara tawa gembira terdengar dari kumpulan anak-anak yang tengah mengidentifikasi tanaman maupun hewan di taman Alas Pakis. Setelah seminggu penuh mereka menjalani penilaian akhir sekolah. Mereka dapat bermain sambil belajar hal baru walaupun hanya di desa mereka sendiri.

Kegunaan Ekosistem

Selain mengidentifikasi ekosistem di Alas Pakis, anak-anak juga diajak untuk mencari tahu kegunaan dari ekosistem itu sendiri. Sebagai contoh sungai di depan taman yang dimanfaatkan sebagai tenaga pembangkit listrik yang diperuntukkan untuk mengaliri listrik di taman ketika malam.

Setelah serangkaian kegiatan bermain sambil belajar selesai, anak-anak berkumpul bersama untuk makan bekal yang mereka bawa. Anak-anak diarahkan untuk membawa bekal serta air minum sendiri dari rumah.

Hal tersebut bertujuan agar mengurangi sampah plastik dari makanan kemasan maupun dari air kemasan. Untuk beberapa anak yang membawa snack kemasan, mereka diarahkan untuk membuang bungkus makanan di tempat sampah yang tersedia di sekitar taman. (*/had)