Pemberdayaan Masyarakat Bisnis Kopi Kala Pandemi

BACAMALANG.COM – Memasuki pertengahan Desember jelang akhir tahun 2020, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyuarakan optimisme bertahan kala pandemi akibat melemahnya perekonomian.

Tim dosen UMM melakukan sosialisasi bisnis kopi melalui program DIKTI tentang Produk Teknologi Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM).

Sosialisasi pengelolaan kopi menyasar para petani, narapidana, dan siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL). Sosialisasi ini diadakan di kedai Kopi Jagongan Jail pada Minggu (29/11/2020).

Tim dosen terdiri dari Rahadi, Novin Farid Setyo Wibowo, dan Eka Kadharpa. Sosialisasi berfokus pada pengembangan produksi kopi, mulai dari cara menghasilkan biji kopi berkualitas, pengolahan biji kopi, hingga proses penjualan melalui digital marketing.

Adapun kegiatan ini diadakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tanggal 29 November kemarin. Sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember yang akan datang.

Ketiga dosen tersebut ingin sosialisasi ini dapat memberikan manfaat ke banyak orang. Karena hal itu, Rahadi selaku ketua tim menggandeng Pandu, pemilik kedai kopi Loss dan kedai kopi Jagongan Jail sebagai mitra.

Pandu bekerja sebagai sipir di Lapas Lowokwaru dan memiliki kelompok petani kopi binaan di Karangploso. Dengan jaringan yang dimiliki oleh Pandu, sosialisasi ini dapat menjangkau berbagai kalangan.

Bantuan Mesin

Tidak hanya memberikan materi, ketiga dosen UMM tersebut juga memberikan bantuan mesin roasting kepada mitra. Natinya, mesin ini dapat menambah kapasitas produksi serta menghemat waktu pengelolaan biji kopi.

“Kami ingin agar para peserta juga bisa langsung belajar teknis dari materi yang sudah disampaikan. Jadi teman-teman tidak hanya mendengarkan tapi juga bisa memegang langsung alatnya,” ungkap Rahadi.

Rahadi dan tim juga sangat berharap sosialisasi ini dapat memberikan wawasan baru kepada mereka yang membutuhkan. Di samping itu juga bisa memberikan keterampilan khususnya dalam dunia kopi.

“Kami ingin materi dan pelatihan yang disosialisasikan dapat membantu mitra Kita untuk tetap survive di industri kopi, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Kami juga berharap mitra akan membagikan wawasan ini kepada konsumen yang tertarik di dunia kopi”, pungkasnya. (*/had)