Bubarkan Kongres Askab PSSI Kabupaten Malang, Pro Desa Acungi Jempol Aparat

Personil Satpol PP Kabupaten Malang mendatangi lokasi KLB (ist)

BACAMALANG.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat Pro Desa mengacungkan jempol kepada aparat yang mengambil langkah tegas dan membubarkan Kongres Luar Biasa Askab PSSI Kabupaten Malang, Kamis (14/1/2021).

Menurut Koordinator LSM Pro Desa, Achmad Khoesairi, gelaran KLB yang sejatinya dilangsungkan di Ruang Anusapati Pendopo Agung Kabupaten Malang tidak dalam waktu yang tepat. Mengingat, saat ini Malang Raya masih memberlakukan PPKM.

“Para penyelenggara adalah orang orang terpelajar yang pasti mengerti aturan, kenapa mereka sendiri yang melanggar aturan. Di desa-desa saja sosialisasi tentang PPKM gencar dilakukan, eh malah ada pergelaran acara ditengah kota,” ujar Khoesairi, Jumat (15/1/2021).

“Saya kira aparat keamanan masih baik, dalam hal ini hanya dibubarkan, karena bisa saja panitia dijerat oleh regulasi dan lalu mereka bisa ditetapkan menjadi tersangka atas pelanggaran UU Kesehatan,” sambungnya.

Khoesairi pun menegaskan, dalam hal ini Pemkab Malang juga harus bertanggung jawab. Mengingat tempat KLB adalah bagian dari fasilitas yang dimiliki Pemkab Malang.

“Tak hanya Pemkab Malang, terpenting lagi adalah Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Malang paling bertanggung jawab atas rencana kegiatan itu, apalagi mereka (Dispora, red) jelas lebih tahu bahwa saat ini sedang pelaksanaan PPKM dan tempat acara milik Pemkab Malang. Ini naif, disaat pemerintah sedang gencar WFH, mereka malah membiarkan orang-orang yang notabene dibawah naungannya menggelar acara, lalu dibubarkan aparat, benar-benar memalukan,” tegas Khoesairi.

Khoesairi pun bilang, Dispora sebagai wakil Pemkab Malang dalam perkara KLB ini sangat teledor. Sebelum KLB diagendakan, seharusnya Dispora memberikan masukan kepada komite pemilihan Askab PSSI Kabupaten Malang.

“Dispora itu seharusnya memberikan masukan pada kawan-kawan panitia pada saat akan menggelar Kongres, bukan malah diam, karena Askab PSSI Kabupaten Malang di bawah naungan dan binaan Dispora. Itukan namanya pembiaran, bahkan kami menuding mereka sengaja membiarkan hal itu digelar di masa terlarang,” ucap pria asal Poncokusumo.

Khoesairi juga berpandangan, KLB sengaja digelar di masa PPKM atas kepentingan politik kelompok tertentu. “Kami curiga adanya perebutan pemilihan Ketua PSSI itu sendiri. Ada upaya kongres harus segera digelar untuk memenangkan seseorang, karena jika tidak, mestinya rencana kongres bisa digelar di waktu yang diperbolehkan, seusai masa PPKM,” pungkasnya. (mid/yog)