Vaksinasi di Kota Malang Akan Dimulai Awal Februari, Seberapa Efektif Vaksin COVID-19?

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh : Achmad Fadhil Firdaus

Sebanyak 12.900 vaksin COVID-19 akan didistribusikan ke Kota Malang. Total jumlah tenaga kesehatan di Kota Malang sekitar 12 sampai 13 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 7.050 di antaranya telah terkonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Ribuan tenaga kesehatan ini nantinya akan menerima vaksin Covid-19 di tahap awal. Saat ini Pemerintah Kota Malang terus mematangkan data tenaga kesehatan  yang akan menerima vaksin. Vaksinasi di Kota Malang sendiri akan dilakukan pada pekan kedua Februari 2021. Pemerintahan Kabupaten Malang menyiapkan setidaknya 52 titik pelaksanaan vaksinasi covid-19, terdiri dari 39 puskesmas, 12 rumah sakit, dan satu pelabuhan udara yakni Bandara Abdul Rahman Saleh Malang. Dengan adanya vaksin COVID-19 ini masyarakat dari berbagi kalangan bertanya-tanya apakah dengan vaksin tersebut dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19 di Indonesia?

Menurut hasil analisis terhadap efikasi vaksin COVID-19 dari uji klinis di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen. Angka ini lebih sedikit dari hasil yang diujikan dari negara-negara lain seperti di Turki yang mencapai 91,25 persen dan di Brasil sebesar 78 persen.

Lalu apakah dengan angka efikasi vaksin yang lebih rendah dari negara lain membuat vaksin di Indonesia menjadi kurang efektif?

Menurut Pakar Farmalogi dan Farmasi Klinis, Prof. Dr. Zullies Ikawati,Apt, Menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang membuat terjadi perbedaan hasil efikasi vaksin di setiap negara, salah satunya adalah faktor subjek uji klinis vaksin COVID-19 yang berbeda. Jika subjek ujinya adalah kelompok yang beresiko tinggi seperti tenaga kesehatan, maka perhitungan efikasi vaksin menjadi meningkat. Akan tetapi, jika subjek ujinya adalah kelompok yang beresiko rendah seperti masyarakat, maka tingkat efikasi vaksin cenderung rendah.

Banyak terjadi pro-kontra di kalangan masyarakat Kota Malang terhadap vaksinasi Corona ini, Banyak warga yang meragukan dengan efektivitas dan  efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin Corona ini. Hal ini wajar terjadi karena pandemi COVID-19 yang disebabkan karena adanya virus Corona terbilang masih baru dan tentunya vaksin yang diberikan juga masih baru. Tidak sedikit juga masyarakat yang antusias terhadap vaksinasi Corona ini. Mereka berharap dengan adanya vaksinasi ini setidaknya dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19.

Menanggapi tentang permasalahan diatas, saya sendiri setuju dengan keputusan pemerintah  mengenai adanya vaksinasi virus COVID-19 di Indonesia. Tingkat efikasi vaksin yang lebih rendah dari negara lain menurut saya tidak menjadi suatu masalah karena angka persentase vaksin di Indonesia sudah memenuhi standar dari WHO yaitu diatas 50 persen. Pemerintah Indonesia pastinya sudah banyak melakukan pertimbangan mengenai keputusan vaksinasi terhadap masyarakat. Pemerintah harus melakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas lagi sehingga masyarakat kita bisa paham dan sadar akan pentingnya vaksin ini dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

*) Penulis: Achmad Fadhil Firdaus, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Prodi Akuntansi Semester 5.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis.