Kekurangan Ruangan hingga Atap Bocor, Kondisi SDN Bandungrejo 2 Bantur

Foto: Kondisi SDN Bandungrejo Bantur. (ist)

BACAMALANG.COM – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bandungrejo 2 Bantur hingga saat ini masih kekurangan ruangan kelas. Hal ini juga diperparah dengan adanya salah satu ruangan kelas yang bocor.

Kepala SDN Bandungrejo 2 Bantur, Sutrisno Spd Mpd menjelaskan, proses belajar mengajar di lembaganya selama ini terhambat lantaran hanya menggunakan lima ruangan kelas. Sementara sekolah ini mempunyai 128 siswa yang terdiri dari enam rombongan belajar lima kelas ruangan belajar, sehingga kurang ideal untuk sebuah proses mengajar.

Menyiasati hal ini, proses belajar di SDN Bandungrejo 2 Bantur dilakukan dengan menjadwalkan siswa kelas 2 yang berjumlah 23 siswa untuk masuk siang pukul 10.00 WIB di ruangan kelas 1. “Tapi karena masih kondisi Covid, sehingga ruangan belum dipergunakan. Ya kalau sudah hilang Covidnya, kelasnya (sudah) bertambah kan bagus,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, persoalan lain adalah kekurangan ruangan seperti ruangan bagi kepala sekolah guru dan UKS. Selama ini, satu ruangan disekat menjadi tiga bagian dengan ukuran 6×7 meter dibagi tiga sekat satu ruangan. “Ya begini kondisinya, masih jauh dari layak Mas,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap, Pemerintah Kabupaten Malang bisa memberikan perhatian akan kondisi yang terjadi di SDN Bandungrejo 2 Bantur yang jauh dari kata ideal untuk sebuah lembaga pendidikan negeri.

“Selama ini memang kurang layak. Adanya ruangan yang bocor nantinya juga bisa mengganggu pembelajaran apabila Covid sudah reda dan anak-anak sudah masuk,” terangnya.

Untuk diketahui, SDN Bandungrejo 2 menerapkan Kurikulum 2013 untuk kelas 1 sampai 4. Sedangkan untuk kelas 5 dan 6, masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sistem pendidikan di SDN Bandungrejo 2 Bantur juga menerapkan karakter disiplin bagi anak-anak karena menyesuaikan arahan Bupati Malang dengan tiga program utama yakni mencintai lingkungan, pengentasan kemiskinan dan fokus kepada sektor pariwisata.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Ahmad Wachid Arief menambahkan, dalam pembangunan sekolah dasar yang rusak pihaknya lebih memprioritaskan kepada sekolah sekolah yang kategori rusaknya parah. “Sebagai skala prioritas, pembangunan sekolah yang rusaknya parah,” ujarnya. (yon/red)