Di Tengah Pandemi Corona, LSP P2MJ Lakukan Terobosan ‘Skills Passport’

Foto : Koordinasi di kantor Ketua LP Maarif NU Jatim. (ist)

BACAMALANG.COM – Adanya pandemi Covid-19 (Corona) saat ini, ternyata juga membuat lulusan SMK merasa dilema, terutama dalam pengakuan kompetensinya.

Uji Kompetensi yang sudah disiapkan dengan matang oleh seluruh SMK ditanah air serasa sirna dengan adanya Surat Edaran (SE); Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus Corona.

Dalam SE tersebut, salah satu poin kebijakannya adalah; membatalkan UN Tahun 2020 termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan. Padahal, guru SMK sudah membekali kompetensi siswa semenjak duduk di Kelas X hingga Kelas XII melalui pembelajaran praktik mengacu pada SKKNI sesuai dengan Kompetensi Keahlian siswa.

Dalam situasi seperti ini, Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pendidikan Maarif JTM atau LSP P2MJ berupaya mencari jalan tengah untuk membekali siswa dengan sebuah sertifikat kompetensi, atas capaian kompetensi yang dimilikinya selama mengenyam pendidikan SMK.

Hal ini dilakukan dengan cara menerbitkan Sertifikat Kompetensi Skill Passport sebagai pendamping Surat Kelulusan alumni SMK. Ketua LP Maarif NU Jatim, H. Noor Shodiq Askandar pun memberi arahan supaya mencari solusi yang baik sesuai peraturan.

“Memang Tim LSP telah koordinasi dengan kami tentang hal itu, bagaimana cara terbaik memberi bekal kepada para lulusan SMK khususnya pada saat ini, sebagai bekal masa depan mereka lebih baik. Karena dengan mendapat pengkuan kompetensi dengan Sertifikat cara Skill Passport saya rasa mereka lebih percaya diri,” ujar Gus Shodiq, sapaan akrabnya, usai mengadakan koordinasi dengan Tim LSP.

Seiring dengan diperpanjangnya lisensi LSP P2MJ oleh BNSP, dan khususnya untuk peningkatan SMK dilingkungan Maarif dan Pesantren, maka ada pembenahan dari segala lini. Seperti dikatakan Direktur LSP P2MJ, M. Alwi.

“Kami sebagai LSP pihak dua, yang merupakan LSP jejaring dengan 139 SMK anggota kami di Jawa Timur harus segera berbenah, terutama untuk pengkondisian zona Jawa Tengah,” terangnya.

Ia melanjutkan, zona Jawa Tengah selama ini dikelola oleh pihaknya secara khusus, karena pada saat awal proses pendirian 2015-2016 ada beberapa SMK sudah berjejaring dengan lembaganya.

“Diawali mereka bergabung sebagai peserta Diklat Asesor Kompetensi mulai gelombang ke 3, bahkan sampai gelombang ke 11. Seiring semakin banyaknya SMK yang bergabung, maka zona Jawa Tengah mulai saat ini telah merintis bedirinya LSP berjejaring sendiri dengan anggota perintis sebanyak 45 SMK,” pungkasnya.

Foto : Tim LSP. (ist)

Pada penguatan sisi kualitas, LSP P2MJ sudah merevisi Pedoman Mutu dan SOP sesuai dengan Peraturan BNSP.

“SMK jejaring kerja kami, siswanya akan kami support berupa Sertifikat Kompetensi dalam bentuk Skills Passport yang berlaku tiga tahun. Teknisnya nanti guru yang memiliki Sertifikat Asesor Kompetensi akan menilai kemampuan atas capaian kompetensi yang sudah dikuasainya. Capaian ini bisa atas beberapa Klaster dalam satu Skema Sertifikasi (belum keseluruhan Klaster). Penilaian kompetensi asesi dari Guru yang berstatus Asesor Kompetensi dan melaporkan ke LSP untuk diterbitkan Skill Passport” terang Manajer Sistem Manajemen Mutu LSP P2MJ, Rachmat Farich.

Lebih lanjut Farich memaparkan bahwa penilaian bisa bersumber dari hasil praktik siswa dari Semester 1 sampai 5, Uji Praktik siswa tiap semesternya maupun capaian kompetensi yang dilalui pada saat Praktik Kerja Industri/PKL. Struktur Kurikulum SMK yang tertuang dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar SMK atau Muatan Wajib C3, saat ini sudah disinkronisasi dengan SKKNI yang ada sesuai dengan Skema Sertifikasi KKNI Level II/III SMK.

“Artinya KI/KD SMK sudah matching dengan Judul Unit Kompetensi yang ada dalam Skema Sertifikasi sehingga Asesor Kompetensi SMK dapat dengan mudah menilai siswanya apakah sudah bisa dinayatakan kompeten atau belum kompeten.” paparnya.

Hal senada diungkapakan oleh Saiful Affandie, sebagai Ketua Dewan Pengarah LSP dan Pengurus LP MAARIF PWNU Jatim. “Sebetulnya Sertifikasi dalam bentuk Skill Passport ini satu paket dengan Bantuan Uji Kompetensi BNSP PSKK Tahun 2020 yang berjumlah 300 paket atau 6.000 siswa yang akan kami uji dan pada bulan April sampai September 2020, masalah teknis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah SMK. Bagaimanapun juga kami juga harus bertanggung jawab serta mengawal para alumni SMK yang pernah kami uji, dengan menerbitkan Sertifikat Kompetensi sebanyak tiga belas ribuan itu,” jelasnya. (Wes/Yog)