Hari Ini, Singosari Mulai Terapkan Pengetatan Sosial Secara Mandiri

Foto: Check point Desa Purwoasri. (yog)

BACAMALANG.COM – Pengetatan sosial secara mandiri mulai diberlakukan hari ini, Senin (15/6/2020), di wilayah Singosari yang mencatatkan adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi di Kabupaten Malang.

Posko Check Point di setiap desa di wilayah dua kecamatan tersebut juga sudah didirikan dan menjalankan fungsinya. Seperti posko yang ada di Desa Purwoasri dengan petugas yang akan stabdby selama 24 jam mulai hari ini sampai tanggal 28 Juni 2020.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Purwoasri, Farid Hardja mengatakan bahwa setiap warga yang keluar-masuk wilayah desa wajib memakai masker. “Warga yang tidak memakai masker diminta untuk kembali dan memakainya. Di posko check point juga diminta cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk desa” kata Farid yang juga Kepala Desa Purwoasri ini.

Setiap orang luar Desa Purwoasri, lanjut dia, juga dilarang masuk tanpa ada keperluan yang mendesak. Bagi warga yang bekerja di wilayah Desa Purwoasri harus menunjukkan Surat Keterangan Sehat dari desa domisili.

“Masyarakat yang masuk Desa Purwoasri, akan dicek thermogun di posko cek poin. Apabila suhu tubuhnya diatas 37,5°C, akan diminta istirahat dan akan dipantau perkembangan kesehatannya oleh bidan desa. Sementara bagi warga luar desa yang suhu tubuhnya tinggi, kami minta kembali meskipun ada Surat Keterangan Sehat,” terangnya.

Dalam pengetatan sosial secara mandiri ini, semua warga diminta mematuhi ketentuan tersebut demi kesehatan semua warga Desa Purwoasri. “Insya Allah dengan kerjasama dan bekerja bersama-sama, semua warga akan terbebas dari paparan Virus Corona,” jelas Ketua Team White Tiger Desa Purwoasri ini.

Pantauan BACAMALANG.com, personel yang bertugas di sejumlah posko Check Point terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, PMI, Linmas, Pramuka dan beberapa tambahan dari ormas seperti Banser. (Yog/Red)