Peringati HUT RI, Warga Kampung Pandan Dampit Bikin Film Perjuangan

Salah satu adegan film. (Ist)


BACAMALANG.COM – Gap sosial-historis generasi milenial saat ini dengan pelaku sejarah perjuangan bangsa dapat disambungkan kembali salah satunya melalui media audio visual semacam film drama perjuangan.

Hal itulah yang setidaknya dilakukan oleh warga Dukuh Kampung Pandan, Blambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang bergotong royong dan mandiri memproduksi film pendek bertema perjuangan sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75.

“Kami membuat film ini untuk mengingatkan kembali bagaimana sulitnya untuk merdeka pada zaman dahulu. Terlalu banyak yang harus dikorbankan. Tapi setelah kemerdekaan itu didapatkan kami belum benar-benar merasakan kemerdekaan yang sebenarnya itu,” tegas Sutradara Nanang Firnawanto Sabtu (15/8/2020).

Film berdurasi 30 menit ini melibatkan 36 warga kampung termasuk anak-anak dan orang tua. Film ini mengisahkan tentang adanya tokoh Belanda bernama Vandemik dan Corondus yang menggambarkan situasi saat ini, dan komandan pejuang bernama Paksin.

Film dengan biaya pembuatan sebesar Rp 800 ribu ini hanya membutuhkan waktu satu minggu saja untuk proses pembuatannya.

Meski belajar secara autodidak, Nanang menuturkan, kualitas film ini dijamin bagus dan menarik.

Nanang mengungkapkan, selama proses pembuatan film tentunya mengalami suka dan duka. “Sukanya kita bisa tertawa bersama saat proses pembuatan film tersebut. Dukanya yaitu melibatkan orang banyak pasti akan timbul lebih banyak masalah, tapi itu semua masih dalam tahap kewajaran,” terang Nanang.

Nanang memaparkan, pihaknya sebenarnya ingin mengikutkan film ke sebuah lomba atau kompetisi, namun ia mengaku hingga sekarang belum mempunyai akses dan informasi.

Ia mengatakan, film ini mempunyai pesan moral untuk menghargai perjuangan pahlawan dengan cara tidak mengorbankan bangsa sendiri, apalagi masyarakat kecil.

“Kita hargai perjuangan pahlawan dengan cara tidak mengorbankan bangsa sendiri, apalagi masyarakat kecil. Setidaknya lakukan hal atau kebijakan yang tidak membebani andai kami tidak bisa dibantu dalam hal materi (Pemerintah),” papar Nanang.

Ia menjelaskan, dirinya berharap di momen 17 Agustus ini kebijakan penanganan Covid-19 di era new normal dijalankan dengan baik dan bersungguh-sungguh.

“Adanya Covid 19 ini sangatlah membebani kami terutama dalam hal pendidikan, semoga semua cepat membaik,” ujar Nanang.

Ia mengungkapkan, film ini pada tanggal 15 Agustus malam sudah memulai proses diunggah di chanel YouTube ANNAFA PRODUCTION.

Nanang mengatakan, perlengkapan pakaian dan kamera untuk pembuatan film adalah milik ANNAFA PRODUCTION chanel YouTube.

Sinopsis Film

Film ini bercerita pada tanggal 17 Agustus 2020 warga memperingati HUT RI ke- 75 tahun dengan cara mengadakan kegiatan upacara yang dipimpin oleh kepala desa, dengan mengenakan pakaian ala perjuangan.

Kemudian kepala desa menceritakan perjuangan para pahlawan jaman dahulu.

“Jadi di wilayah kami mulai didatangi dan berusaha dikuasai oleh Belanda. Kami sebagai penduduk wilayah tentunya tidak bisa menerima. Maka kami mengatur strategi untuk berperang dengan senjata seadanya. Kami juga menempatkan tukang jamu sebagai mata-mata,” tukas Nanang.

Dalam kondisi seperti itu, pihak Belanda mengambil dukun sakti sebagai tameng.

“Namun ironisnya, salah satu pejuang mengerti kelemahan dukun tersebut. Kami pun berperang dengan cara terbuka. Kemudian dukun tersebut mati tertembak, lalu Belanda pergi,” jelas Nanang.

Semoga dengan upaya warga Kampung Pandan Dampit membuat film perjuangan, dapat menginspirasi dan memotivasi warga lain untuk bisa menumbuhkan rasa patriotisme dan cinta tanah air. (had/zuk).