Hidup Sebatang Kara dan Tuna Netra, Nenek Poncokusumo Butuh Uluran Tangan

Foto: Markatun, sebatang kara dan tuna netra. (ist)

BACAMALANG.COM – Memprihatinkan. Itulah gambaran sekilas kehidupan Markatun (80) seorang nenek warga Desa Argosuko Keden RT 33/ RW 07, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Dalam kehidupan sehari-hari, Markatun sebatang kara tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni.

Kabar tentang kehidupan Markatun ini sempat di-posting oleh sebuah grup Komunitas di Facebook.

Setiap hari Jumat salah seorang anggota grup FB tersebut Amelia mendatangi rumah Markatun.

Markatun tinggal di rumah tanpa perabotan hanya ada tempat tdur dan meja. Kondisi rumah atapnya banyak yang bocor.

Untuk makan, Markatun hanya mengandalkan bantuan dari tetangga. Bantuan lainnya berasal dari PKH namun jumlahnya kurang mencukupi.

Markatun semasa muda mengandalkan hidup sebagai tukang pijat. Markatun tidak memiliki anak.

Sebenarnya ia mempunyai saudara di Lumajang, namun kondisinya dan keadaannya kurang lebih sama seperti dirinya yang sudah lanjut usia.

“Tempat tidur dengan kasur yang sudah bau pesing karena ompol di sana sini. Di bawah tempat tdur mbah Uti juga ada lubang septic tank yang belum dicor. Waktu Kami mengunjungi Mbah Uti beliau terlihat seneng banget,” terang Amelia.

Sebagai langkah cepat, ia sudah melakukan koordinasi dengan RT setempat.

Untuk saat ini yang paling urgen adalah perbaikan atap rumah yang hampir runtuh, pembuatan kloset, pengecoran septic tank, dan pembelian kasur baru.

Bagi pembaca yang ingin berpartisipasi berdonasi bisa melalui pundi AMAL asli malang #BCA 4390389804 a. n Tri Wahyuni, dan Konfirmasi via WA 082187000701 Ket #MbahTuk. (*/had)