Proyek Kayutangan Heritage Dijalankan, Begini Berbagai Respon Warganet Malang

Kondisi salah satu titik jalan Proyak Kayutangan Heritage. (ist)

BACAMALANG.COM – Terkait adanya proyek Kayutangan Heritage yang kini viral jadi perbincangan, warganet turut memberikan komentar beragam di media sosial.

Sebagian besar merasa keberatan dan mengeluhkan atas adanya proyek yang memakan waktu pengerjaan sekitar 1,5 bulan tersebut.

Hal ini tidak lain dipicu oleh adanya dampak kurang baik, atas adanya proyek yang menggunakan dana jumbo dari pusat tersebut.

Dampak tersebut semisal timbulnya kemacetan panjang, omzet pedagang terjun bebas bahkan nihil, bahan bakar habis terkuras karena terjebak kemacetan, terlambat mengantarkan barang bagi pengguna jasa pengiriman barang dan dampak lainnya.

Warganet Mengapresiasi

Dari sekian banyak tanggapan warganet yang protes, keberatan dan mengeluhkan dampak proyek Kayutangan Heritage, namun ada satu netizen dengan akun bernama Kevin jaya Kesuma memberikan apresiasi positif. Pada sebuah grup Komunitas FB, Kevin menuliskan postingannya.

“Memang perbaikan jalan di kayutangan membuat beberapa titik dan ruas jalan mengalami kemacetan, beberapa ada yang menyikapi negatif dan ada yang positif.”

“Tetapi kita patut menghargai apa yang dilakukan bapak wali kota, siapa tahu dengan pembangunan ini orang-orang yang ekonominya kurang, nantinya bisa terangkat dengan adanya malang heritage tersebut.”

“Insyaallah sekarang kita macet-macetan, nanti kita akan menikmati hasilnya secara langsung maupun tidak langsung. Mari kita dukung dan support penuh untuk pemkot beserta jajarannya. #malangkipa #ademayem #gemahripalohjinawi.” Demikian postingan Kevin jaya Kesuma.

Warganet Protes

Sementara itu nada protes diungkapkan netizen dengan akun bernama Dodhie Prabowo di sebuah grup Komunitas di FB.

“Mohon tanggapannya untuk aparat yang menutup melarang kendaraan yang masuk ke Jalan Semeru. Mohon untuk pengertiannya Kami “Bakso Toha, Pia Mangkok, Art Gallery, Ombak Besar Malang” yang berjualan di jalan semeru ini TIDAK TUTUP.”

“Kami sangat keberatan untuk pemblokiran penuh jalan semeru, padahal sudah ada jalur putar balik di SETIAP LAMPU MERAH.”

“Beberapa pelanggan kami whatsapp kepada kami kalau mereka DILARANG untuk masuk Ke Jalan Semeru. Ada baiknya Anda yang bertugas untuk LEBIH BIJAKSANA. Sekian.” Demikian bunyi postingan bernada protes tersebut.

Warganet Memberikan Solusi

Perilaku warganet tidak melulu protes tanpa memberikan jalan keluar. Namun ada pula netizen yang memiliki pandangan yang bernilai solusi.

Salah satu warganet tersebut menggunakan akun bernama Faris chamim Udin.

Inti postingan Faris adalah selayaknya pembangunan sebuah proyek, mempunyai manajemen time schedule (jam pengerjaan) yang efektif dan efisien.

Selain itu dibutuhkan mekanisme rekayasa lalin yang tepat dan proporsional, agar tidak tercipta kemacetan.

Semestinya juga dalam pengerjaan proyek besar juga menggunakan ilmu yang telah didapatkan dari studi banding di kota-kota besar yang telah berpengalaman mengerjakan proyek dengan meminimalisir resiko negatif bagi semua pihak. Berikut postingan tersebut.

“MALANG MACET. Seharusnya Pemkot & Vendor, Pelaksana Project (Kontraktor) Kalo Studi Banding Gak Cuma Hasil Kerjanya. Tapi Prosesnya juga dipelajari.”

“Sepengetahuan saya, di kota besar seperti Jakarta, dll. Project Juga Ada Rule, misal : Pekerjaan Harus dikerjakan Tengah Malam & Jalan ditutup Pas tengah Malam Mulai Jam 23.00 – 05.30. Trus kl Jam Kerja 05.30 – 22.59 jalan harus tetap bisa digunakan, meskipun 1/4 ato 1/2 jalan. Sistem Buka Tutup Jalan.”

“Jadi gak konyol seperti skr. Tengah Kota Macet, dari arah Selatan Juga macet. Tapi jalan utama malah ditutup, dan pekerjaan masih belum diapa2in.”

‘Malam hari yg seharusnya mulai dikerjakan proyeknya. Alat berat ditengah jalan tp belum ngapa2in. Sementara pembangunan tol dan bermacam2 jalan di jakarta liat aja, gak sampai nutup jalan total.” Demikian postingan Faris.

Faris kemudian melanjutkan postingannya yang berisi saran dan himbauan.

“Tolong lah, Kalo kerja Gak cuma Cuan, Cuan & Cuan. Kerja pake hati. Mau Cuan Monggo tapi yo sing think smart. Yo opo malang kate maju. Lek Kabeh mek mikir cuan & penggunaan anggaran. Gak mikir solusi. Trus wakil rakyat saya rasa masih kurang mewakili. Ini masih masalah Jalan. Belum Ranah yg lain.”

“Harusnya Wakil Rakyat dari Malang Raya, Pemerintahan & Pimpinan Dinas2 juga ada di group ini dan menjawab. Grup ASLI malang menurut saya adalah suara rakyat Malang. Yg tujuannya perbaikan Malang. Tidak ada saling menjatuhkan ato hal2 lain.” Demikian postingan tambahan dari Faris.

Semoga Proyak Kayutangan Herritage dapat dijalankan sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan dengan tetap menjalankan sesuai rencana (planning) yang telah termanajemen dan tersistem dengan baik, dengan persetujuan dari berbagai pihak terkait, agar memberikan hasil maksimal bagi kesejahteraan dan kemaslahatan warga. (had/zuk)