Ajak Adaptasi dengan Situasi Global, Rektor Unisma Juga Buka Peluang Wartawan Lanjutkan Studi

Foto: Pengurus PWI Malang Raya sedang menyimak paparan Rektor Unisma. (Ned)


BACAMALANG.COM
– Dalam momen silaturahim daring dengan Pengurus PWI Malang Raya dengan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si, menyampaikan pentingnya media melakukan adaptasi dengan situasi global.

“Media selayaknya juga melakukan adaptasi dengan dunia global. Hal ini sudah dilakukan semisal membuat media online dengan berbagai kemasan. Termasuk juga podcast. Ini merupakan bentuk intervensi terknologi di dunia global,” terang Rektor Unisma dalam silaturahim daring bersama PWI Malang Raya, Sabtu (16/1/2021).

Maskuri menuturkan, dengan silaturahim maka akan menjadikan hebat dan suasana cair. “Silaturahmi inlah yang menjadikan Kita hebat, tanpa silaturahmi ini Kita tidak akan hebat, bahkan Kita berhadap-hadapan seakan-akan Kita cuek, seakan-akan Kita ini bekerja masing-masing, yang seakan-akan Kita tidak kenal satu sama lain,” imbuh Maskuri.

Maskuri mengaku jika media menjadi bagian kekuatan dari keberadaan Unisma. “Tapi disaat inilah PWI menyapa perguruan tinggi, menyapa Unisma. Maka, Saya sangat mengapresiasi sekali karena kekuatan Unisma salah satunya adalah di media massa. Perkembangan Unisma ada di media massa, hebatnya Unisma salah satunya adalah dari media massa,” papar Maskuri.

Pentingnya Ta’aruf

Maskuri menilai, ta’aruf seperti saat ini sangat penting dilakukan antara kampus dengan media. “Oleh karenanya, dengan ta’aruf seperti ini merupakan suatu hidayah. Oleh karenanya Bapak Ibu sekalian, media yang tentu disana ada pihak Manajemen, ada disana Wartawan, bahkan Wartawan atau Manajemen juga selalu mengembangakan berbagai macam networking, networking ini berbagai elemen, atau berbagai social capitality di tengah masyarakat,” tukas Maskuri.

Maskuri menilai latar belakang pendidikan jurnalis harus memadai. “Wartawan inilah yang sesungguhnya menjadi salah satu ujung tombak dalam mengambil informasi, mengangkat informasi, memproyek informasi, jangan sampai kemudian Wartawan ini selalu pahamnya yang salah atau mungkin sering salah paham atau karena pendidikannya mungkin kurang optimal,” urai Maskuri.

Dalam kesempatan ini, Maskuri juga membuka diri dan mengajak jurnalis untuk meneruskan studi di Unisma. “Maka sangat setuju sekali Pak Ketua, kalau Wartawan-Wartawan itu, Manajemen dan sebagainya mau kuliah lagi S2/S3. Saya acungkan 2 jempol. Kalau misalnya nanti mau kulah di Unisma, saya pasti akan berikan keringanan, terus terang ini menjadi misi Kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan ada diantara wartawan yang sudah kuliah di Unisma, bahkan sudah mengajar di Unisma, yang sekarang mengambil program doktor mengajar di Unisma, sudah ada. Ini terus terang, kami butuh praktisi-praktisi tentunya ke depannya,” terang Maskuri.

Maskuri mengungkapkan, jurnalis bisa berperan besar dalam kehidupan bernegara. “Dan itu saya sudah menangkap bahwa jurnalistik juga profesional banget, mengarah kepada profesionalitas. Oleh karenanya menurut saya, jurnalis-jurnalis itulah yang sesungguhnya bisa membuat kacau dan tidaknya Negara. Bisa membuat kacau negara, bisa membuat bagus negara, itu Jurnalis. Bisa jadi provokator itu jurnalis, bisa mencipatkan situasi yang bagus juga jurnalis. Tapi disini saya yakin dengan etika-etika itulah yang menjadi acuan dasar pijakan,” kata Maskuri mengakhiri. (yog/had)