Wujudkan Nilai Tambah Produk Pertanian, Ini Contoh Riil yang Dilakukan Dispangtan

Foto: Contoh riil wujud nilai tambah produk pertanian. (ist)

BACAMALANG.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang memiliki peran penting dalam mewujudkan nilai tambah dari produk pertanian. Salah satunya adalah dengan ikut mengawal pengolahan hingga pemasaran produk pertanian warga Kota Malang.

“Intinya ketika menjadi Petani, harapan Pak Kadin (Ade Herawanto, red.) adalah tidak hanya secara konvensional saja. Tetapi juga berpikir secara entrepreneur, salah satu contohnya adalah ketika Kita memberikan bibit kepada masyarakat, entah itu kepada Ibu-Ibu Persit, pesantren dan lain-lain, mereka harus bisa membuat nilai tambah dari bibit-bibit yang sudah dihasilkan. Nah, salah satu contohnya adalah bagaimana melebarkan pemasarannya,” tutur Kadispangtan Kota Malang melalui Sekretaris Dispangtan, Eny Handayani, Senin (15/2/2021).

Eny Handayani mengatakan, kepemimpinan yang baru ini menginginkan untuk dapat bekerjasama dengan semua lini yang ada. “Salah satunya kemarin Kita sudah bekerjasama untuk masyarakat umum. Ini Kita sekarang menjaring untuk bekerjasama dengan Ibu-Ibu Persit, sekitar 50 pesantren yang di Kota Malang dan juga ibu-ibu PKK, tetapi Kita juga tidak meninggalkan RT/RW di Kota Malang,” terang Eny Handayani.

Foto: Sekretaris Dispangtan, Eny Handayani saat mengenalkan produk hasil olahan pertanian. (ist)

Terkait contoh produk, Eni mengatakan hal tersebut bisa dilihat saat kegiatan bazar setiap hari Jumat di Kantor Dispangtan Kota Malang, Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara No.202, Kota Malang.

”Kalau selama ini yang sudah ada itu bazar. Dimana hasil-hasil dari Petani Kita maupun masyarakat secara umum itu, Kita pasarkan kemudian masyarakat datang. Diyakinkan bahwa itu adalah pangan segar yang aman untuk dikonsumsi. Tetapi sekarang jika Kita ingin nilai tambah, hasil itu tidak hanya berupa hasil mentah saja, tetapi harus dalam bentuk yang sudah siap konsumsi, dan dijamin keamanannya karena Dinas Ketahanan Pangan menjamin keamanan pangannya,” urai Eny Handayani mengakhiri.

Kadispangtan Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT menambahkan, pihaknya juga mendorong agar urban farming yang kian diminati oleh masyarakat bisa dimaksimalkan. Contoh riil-nya pada aspek finishing, yaitu markerting dengan mengembangkan entrepreneurship misalnya kopi dan umbi-umbianan yang diolah kemudian di display serta disajikan dalam satu format mini yang milenial seperti kopi mobiling.

“Apalagi masa pandemi seperti saat ini, ketahanan pangan secara mikro dan digitalisasi prosesing serta marketing sangat perlu,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Sam Ade d’Kross ini menambahkan, saat ini Dispangtan juga telah menjajaki kerjasama Prototype kopi mobiling untuk optimalisasi ketahanan pangan perkotaan. (yog/had)