Aniaya Tetangga, Warga Sumberejo Pagak Dipolisikan

Foto : Mustaram. (ist)

BACAMALANG.COM – Gara-gara melakukan penganiyaan terhadap Mustaram alias Midut (85) warga RT 48 RW 10 Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Solot (45) yang masih tetangga korban dipolisikan.

Keluarga korban menolak berdamai, meski ada pihak yang melakukan pendekatan namun mereka terus melanjutkan ke jalur hukum. Kini kasusnya masih dalam pemeriksaan intensif Polsek Pagak.

Diperoleh keterangan, hanya dipicu persoalan yang sangat sepele, seseorang bisa dibuat emosi dengan melakukan penganiayaan secara membabi buta.

Apalagi, penganiayaan tersebut dilakukan terhadap tetangga dekatnya sendiri.

Seperti yang dialami oleh Mustaram kakek tua renta dengan 3 anak dan 4 cucu ini harus mengalami luka memar pada beberapa bagian tubuhnya.

Hal itu terjadi, akibat ulah Solot (45) yang masih tetangga dekat korban.

Lestariono (34) salah satu cucu korban mejelaskan, kejadian tersebut hanya dipicu dengan persoalan yang sepele.

Lestariono menuturkan, Selasa (14/4/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, korban dengan mengendarai sepeda motor matic warna hitam bermaksud pergi mereparasi pompa air milik tetangga di seberang jalan.

Ketika melintas di depan rumah pelaku, korban melihat sebuah truk bermuatan batu bata. Tampaknya truk yang diketahui milik sebuah toko bangunan terdekat itu menghalangi jalan umum.

Korban tanpa banyak bicara, ia tetap melanjutkan perjalanannya. Tetapi, hingga korban kembali pulang, truk tersebut masih dalam posisi semula.

Pada tempat yang sama, korban melihat sebuah mobil pick up bermuatan paku usuk hendak melintas ke arah barat.

Karena dalam kondisi terhalang, mobil pikep yang dikemudikan oleh Sodik itu tak bisa lewat..

“Agar mobil pikep itu bisa lewat, kakek saya hanya mengarahkan, apa tidak sebaiknya truk itu dimajukan dulu,” terang Lestariono.

Lestariono menjelaskan, begitu mendengar arahan dari sang kakek terhadap sopir truk itu, tiba-tiba pelaku yang dibantu kakaknya bernama Suliman (50) langsung mendatangi korban dan menghajarnya hingga jatuh tersungkur.

“Kamu mau berkuasa disini? ” kata Lestariono menirukan omongan korban.

Akibat perkelahian yang tidak sebanding itu, sesuai hasil visum di Puskesmas Sumbermanjing Kulon, korban mengalami luka memar pada beberapa bagian tubuhnya.

“Ada luka bagian jantung, bekas operasi, bagian perut, tangan kiri dan kanan, di bagian rahang juga luka memar. Sampai hari ini kakek saya masih merasakan sakit pada bagian bekas operasi,” urai Lestariono.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini pelaku harus meringkuk dalam sel tahanan Polsek Pagak.

“Kami tetap tempuh jalur hukum,walau ada beberapa pihak yang berusaha memediasi untuk berdamai,” pungkas Lestariono. (had)