Inilah Perkembangan Terbaru Sidang PT STSA di PN Malang

Foto : Hani Irianto, General Managaer PT STSA. (ist)

BACAMALANG.COM – Sidang permasalahan PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) dengan terdakwa Suparmi alias Nanik Indrawati (55), kembali digelar di Pengadilan Negeri Malang, Rabu (15/4/2020). Sidang menghadirkan sejumlah saksi.

Hani Irianto, General Manager PT STSA yang juga selaku pelapor dalam kasus ini mengatakan bahwa dari saksi – saksi persidangan, terutama dari saksi ahli, bahwa ada keteledoran dari terdakwa yang merupakan mantan kasir PT STSA tersebut.

“Harusnya sekalipun sudah dibayarkan, harus ada kroscek kembali, ada ketelitian, apakah tandatangan tersebut sesuai dengan KTP atau KKnya. Harusnya seperti itu. Tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Bu Nanik atau Suparmi, kata Hani.

Dengan begitu, jika disebutkan bahwa Direktur adalah yang bertanggung jawab atas semuanya, menurutnya hal itu tidak benar. “Itu yang disampaikan Ahli dalam memberikan keterangannya tadi,” terangnya.

Ia melanjutkan, bahwa akta jual beli yang terjadi adalah pihak PT dengan petani. Bukan PT dengan Saiman sebagai yang bertugas dalam pembebasan lahan.

“Pak Saiman itu mencarikan tanah dengan fee 1 persen, bukan membelikan tanah. Jadi kalau sudah dapat fee namun masih menguntungi diri dengan kulakan, itu tidak sesuai,” paparnya.

Lebih lanjut Hani menjelaskan, jika keterangan Saiman kurang konsisten. Menurutnya, ada indikasi yang terjadi atau disembunyikan.

“Pak saiman tidak tahu kalau dijual ke PT itu bohong, karena sudah diberitahu sama Bu nanik dan Pak Elang. Karena PT punya SK g
Gubernur untuk bebasin area Buring dan di akte jual beli tidak ada nama Pak Saiman dengan PT, tapi adanya PT dengan petani,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa hukum terdakwa, Sumardan SH, kembali menegaskan bahwa dari basil pemeriksaan saksi sebelumnya, belum ada yang bisa membuktikan terdakwa bersalah. Faktanya adalah, klienya tidak bisa mengeluarkan uang perusahan tanpa ada persetujuan dari Direktur PT. Apalagi uang tersebut dalam jumlah yang besar.

“Seharusnya Direkturnya yang harus diproses terlebih dahulu. Karena klien saya itu kasir, dalam pembayaran atau mengeluarkan uang kan atas disposisi Direktur PT STSA. Soalnya, jumlah uangnya tidak sedikit,” lanjutnya. (yog)