Kasus Kayutangan, Sigit Budi: Pengembalian Kerugian Tidak Menggugurkan Tindak Pidana

Foto: Suasana saat pengerjaan proyek Kayutangan Heritage. (ist)

BACAMALANG.COM – Pakar Hukum Universitas Malang (UM) Sigit Budi Santoso SH, MH mengatakan meski pelaku telah mengembalikan kerugian negara, namun kasus dugaan korupsi Kayu Tangan Heritage tetap harus dilanjutkan.

“Pengembalian kerugian negara tidak menggugurkan tindak pidana, karena tindak pidana sudah terjadi,” tandas Sigit Budi Santoso SH, MH.

Pria yang juga Wakil Rektor III Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Kota Malang ini mengatakan, tindak pidana sudah selesai akan jadi hal meringankan keputusan hakim jadi pertimbangan meringankan karena kerugian sudah dikembalikan.

“Tapi lalu tidak menjadikan bukan tindak pidana, ya tidak ada secara di teori,” terang Sigit.

Dikatakannya, penyelidikan fungsinya untuk melihat ada tidaknya tindak pidana atau tidak.

Diungkapkannya, kalau tidak ada dugaan tindak pidana maka tidak ada yang perlu dikembalikan tetapi kalau ada dugaan, maka jaksa membutuhkan bukti.

“Mestinya meski ada pengembalian kerugian, tidak bisa menggugurkan tindak pidananya,” urai Sigit.

Dijelaskannya, korupsi kan sudah terjadi berarti terus lanjut. Proses hukum tetap bisa terus berlanjut.

Dikatakannya, pengembalian kerugian tidak menghapus tindak pidana.

Ia mencontohkan maling. Kalau maling sudah mengembalikan barang curian maka ia tetap tidak bisa bebas dari proses hukum.

” Tergantung alat bukti kalau kuat maka bisa dilanjutkan proses hukumnya,” pungkas Sigit. (Had/Red)