Pengaruh Pandemi Terhadap Ketahanan Perekonomian Masyarakat Desa, Begini Kata Kadis PMD Provinsi Jatim

Foto: Suasana di Desa Wisata Pujon Kidul (nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Pandemi mempengaruhi semua sektor kehidupan masyarakat, utamanya di bidang perekonomian. Namun ketahanan perekonomian di pedesaan ternyata lebih tangguh daripada di kota. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur Ir. H Muhammad Yasin, MSi di Malang, Rabu (15/7/2020).

“Mengapa? Karena di desa lebih banyak ke arah produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di kota maupun di desanya sendiri,” ujarnya.
Yasin mengatakan, data Badan Pusat Stastistik yang baru saja dirilis pada tanggal 15 Juli 2020 menunjukkan angka kemiskinan di Jawa Timur per bulan Maret 2020 terdapat peningkatan 0,89%, yang semula pad bulan september sebesar 10,20 % menjadi 11,09 %.

“Menariknya justru angka lebih tinggi dipegang wilayah perkotaan sebanyak 1,12%, dibanding desa yang hanya 0,61%, sehingga asumsinya pandemi lebih banyak pengaruhnya bagi warga kota,” urainya.

Yasin menambahkan, faktor kedua dari ketahanan perekonomian masyarakat desa adalah adanya Dana Desa. “Baik itu BLT, bansos atau lainnya,” lanjut dia.

Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jawa Timur Ir. H Muhammad Yasin, MSi (ist)

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini mengatakan, dana desa di Jawa Timur tersalur 72 %, BLT bulan pertama sebanyak 99%, kedua 98%, ketiga 75%. Sementara bulan keempat sudah 4 desa yang cair di Kabupaten Jember.
Terkait pandemi, Yasin mengaku sudah mengintruksikan agar seluruh desa wisata agar tutup sementara sejak bulan Maret 2020 lalu.

“Namun memasuki masa transisi, perlahan-lahan desa-desa wisata tersebut sudah bisa buka jika yang sudah siap, dan diperbolehkan oleh Gugus Tugas Covid-19 setempat, dan dijalankan dengan protokol keshatan ketat,” tegasnya.

Yasin menuturkan, untuk menggerakkan desa wisata ada dana bantuan dari Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. “Ada 100 desa wisata yang mulai disentuh agar mulai menggeliat lagi dengan dana stimulan masing-masing Rp 50 juta dari Gubernur,” pungkasnya. (ned)