Permasalahan Sumber Air Wendit: Audiensi Ditunda, Prodeo Ismaya Kecewa

Foto: LBH Prodeo Ismaya bersama warga Mangliawan. (yog)

BACAMALANG.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Prodeo Ismaya Indonesia mengaku kecewa berat dengan pihak Perumda Tirta Kanjuruhan. Hal ini lantaran audiensi dalam perkara dugaan Eksploitasi Sumber Air Wendit, hanya diperkenankan untuk diwakili dua orang dengan alasan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Dari Perumda Tirta Kanjuruhan, menginginkan hanya perwakilan saja. Sementara, kami dari tim LBH mau semuanya yang hadir. Bahkan termasuk warga sekitar Wendit yang sudah datang ke kantor PDAM Kabupaten Malang (nama lama dari Perumda Tirta Kanjuruhan, red.). Kami sebelumnya memang sudah dua kali mengajukan permohonan eudiensi,” kata Ketua Dewan Pembina LBH Prodeo Ismaya, Yayan Riyanto, SH, MH, didampingi Ketua LBH, Bales Pribadi Suharsono, SH.

Ia menambahkan, penyampaian aspirasi secara langsung kepada Direktur Utama (Dirut) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi ini sangat penting untuk mengetahui secara detail tentang permasalahan yang terjadi. “Masyarakat itu ingin menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada direkturnya, sehingga tidak digambarkan selalu sama dengan (yang disampaikan, red.) kepala desanya,” tuturnya.

Dijelaskan Ketua LBH Prodeo Ismaya Indonesia Bales Pribadi, alasan pertemuan hanya boleh diwakili untuk memenuhi protokol kesehatan memang membuatnya sangat keberatan. Apalagi Dirut tidak ada di kantor dan akan diwakilkan Direktur Teknik. “Masak setiap kali mau ketemu ada saja alasannya. Kalau sudah ndak situasi Covid, nanti alasan apalagi,” jelasnya heran.

Ditambahkan Wakil Ketua LBH Prodeo Ismaya Indonesia Subaryo, sebagai lembaga publik seharusnya PDAM harus terbuka kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. “Jadi memang harus terbuka, kalau hanya kami (pihak LBH, red.) yang mewakili, lalu bagimana kalau masyarakat nanti jika tidak percaya dengan kami,” tandasnya.

Selanjutnya, pihaknya bersama warga Desa Mangliawan Kecamatan Pakis akan menunggu undangan audiensi berikutnya dengan kehadiran Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai penanggungjawab dan pemegang keputusan.

Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi membenarkan, jika pihaknya memang mengundang LBH Prodeo Ismaya. Mereka sebagai kuasa hukum beberapa warga.

“Karena saya masih ada giat dengan Bupati Malang, saya wakilkan ke Direktur Teknik (Dirtek) M Haris Fadillah. Namun, LBH Prodeo memilih menunda audensi dengan Perumda Tirta Kanjuruhan,” terangnya.

Dijelaskannya, pihaknya memanfaatkan Sumber Air Wendit sudah mendapatkan izin Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Aspirasi masyarakat Desa Mangliawan juga sudah ditampung Pemerintah Desa Mangliawan dan diteruskan ke Pemkab Malang. Bupati Malang pun sudah memberikan jawaban atas aspirasi warga desa tersebut.

Berdasarkan izin dari Kementerian PUPR, pemanfaatan air bisa sebesar 210 liter per detik. Namun pihaknya hanya memanfaatkan 50 liter per detik, sehingga hal ini dinilai tidak terdampak pada masyarakat. Dengan persoalan tersebut, pihaknya bahkan sudah meminta bantuan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang Edy Handoyo. (yog/had)