Mengenal Sanusi, Polisi Nyambi Tukang Las

Foto: Aiptu Sanusi saat bekerja di bengkel las miliknya. (yog)

BACAMALANG.COM – Sangat salah kalau kita menggeneralisir semua polisi dengan stigma buruk. Pasalnya, masih banyak dari mereka yang benar-benar melaksanakan sumpah setia bahkan berdedikasi penuh untuk masyarakat. Tak cuma itu, beberapa polisi juga ada yang bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhannya.

Ya, mereka memilih bekerja sampingan daripada harus berlaku tidak jujur. Salah satunya diantaranya adalah Sanusi, anggota polisi di Polsek Mejayan, Kebupaten Madiun berpangkat Aiptu. Di sela-sela rutinitas kesibukannya sebagai anggota Sabhara, ia juga dikenal sebagai tukang las di sebuah bengkel yang berjarak sekitar 5 kilometer dari tempatnya berdinas.

Tim redaksi BacaMalang.com pun berkesempatan menjumpai polisi gigih bernama Sanusi ini di bengkelnya yang beralamat di Jalan Raya Wates, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Dengan sangat ramah, Sanusi mempersilahkan kami untuk melihat ketrampilannya mengelas di bengkel berukuran 13×10 meter persegi ini.

Sembari berduduk santai di bengkelnya, Sanusi yang merupakaan anggota Polri angkatan 1992/1993 ini lantas menceritakan latar belakang dirinya untuk rela bekerja keras menjadi tukang las. Dengan nada santai, ia mengaku kalau semua ini dilakukannya demi mencukupi kebutuhan keluarganya yang tinggal tak jauh dari tempatnya bekerja.

“Ya gimana ya, ini (saya lakukan, red.) karena ekonomi. Apalagi pas pulang (berdinas, red.) dari Sampang (Madura, red.) saya tidak punya simpanan sama sekali. Saya hanya bawa uang Rp 50 ribu,” tutur dia sembari menerawang jauh ke belakang.

Selain untuk menghidupi isteri dan ketiga anaknya, Sanusi juga mengaku membutuhkan pemasukan tambahan untuk biaya berobat adik perempuannya yang hingga kini belum sembuh dari sakit ambeien dan kanker. “Dari sini saya belajar mengelas secara otodidak, ya dengan cara saya sering datang ke tempat tukang las biar tau caranya,” terang suami dari Titik Margi Rahayu ini.

Setelah bisa cara mengelas, ia pun nekat membuka bengkel las sendiri di lahan milik saudaranya dengan modal pas-pasan. “Saya beli peralatan las ini secara bertahap, modal awal dulu sekitar Rp 2 juta. Peralatannya juga banyak yang bekas, yang penting masih bisa dipakai,” tandas ayah dari Rico yang kini ikut tes masuk AURI ini.

Seiring berjalannya waktu, ia pun menguasai teknik pengelasan mulai dari jenis las karbit hingga las listrik. “Saya bisa ngelas pagar, kanopi, teralis, mobil dan lain-lain,” ungkap bapak dari tiga anak –masing Herly Davidson (25), Richo Diansah Putra (19) dan Rahma Naifah Sanusi (10) ini.

Dari keahliannya mengelas ini, Sanusi menyebut bahwa pendapatannya tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan. “Pekerjaan ini kan saya lakukan diluar jam dinas, jadi hasilnya tidak seberapa. Satu bulan terkadang hanya Rp 200 ribu untuk pengelasan yang ringan-ringan. Kalau ada kerjaan las mobil ongkosnya rata-rata Rp 2 juta, dikerjakan dalam waktu satu sampai dua bulan,” papar polisi yang sehari-hari mengendarai sepeda motor Honda 69 untuk bekerja.

Bahkan saat masih berdinas di Polsek Takeran Kabupaten Magetan yang berjarak sekitar 45 kilometer dari bengkel lasnya, Sanusi ternyata juga banyak membantu memperbaiki fasilitas kantor mulai dari pagar hingga kanopi. “Disini banyak karya Pak Sanusi, bisa njenengan (anda, red.) lihat,” pungkas Kapolsek, AKP Tri Cahya Budi H. SH.

Ia menjelaskan, baginya Sanusi bukan hanya sekedar bawahan, melainkan rekan satu angkatannya di kepolisian. Sehingga ia sangat mendukung pekerjaan sampingan Sanusi selama tidak melanggar disiplin dan tugasnya sebagai anggota polisi.

“Sanusi ini luar biasa, dan kami pun bangga karena keahliannya bisa member manfaat dan kantor ini semakin baik. Ini semua (pagar hingga kanopi, red.) yang mengerjakan adalah Sanusi dibantu anggota lainnya, kantor hanya menyiapkan bahan-bahannya,” tukasnya. (yog/red)