Belasan Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi, Ini Rahasianya

Foto: Belasan Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi. (ist0

BACAMALANG.COM – Jika pada umumnya Perguruan Tinggi meluluskan mahasiswa wajib membuat skripsi, maka apa yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memang bisa dibilang sebuah terobosan baru.

Betapa tidak, belasan mahasiswa bisa lulus tanpa membuat skripsi. Namun jangan mencibir dulu, sebab belasan mahasiswa ini tergolong hebat karena mempunyai prestasi membanggakan.

“Langkah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM ini harus dicontoh oleh prodi yang lain di UMM, sehingga mempercepat KTW serta kuliah tidak lagi berlama-lama dengan skripsi,” ungkap Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemuhammadiyahan, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si.

Seperti diketahui, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM di pertengahan tahun 2020 ini meluluskan 19 mahasiswa tanpa harus menulis skripsi.

Capaian ini merupakan langkah besar yang telah ditorehkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan UMM.

Pasalnya, selama ini mahasiswa yang telah menyelesaikan studi, semuanya melalui jalur penulisan skripsi.

Tentu saja, apa yang sudah dilakukan oleh ke-19 mahasiswa ini merupakan sebuah langkah nyata dalam merealisasikan kelulusan tepat waktu (KTW), yang selalu banyak terganjal dengan harus menyusun skripsi.

Hebatnya lagi, ke-19 mahasiswa tersebut telah menghasilkan 66 artikel jurnal yang terakreditasi SINTA 2-6.

Puluhan artikel jurnal yang telah dihasilkan ini merupakan sebuah hasil yang sangat luar biasa bagi mahasiswa di tingkat Strata 1 (Sarjana).

Hal ini dikarenakan mahasiswa di tingkat Strata 2 (Magister) saja harus menulis minimal satu artikel jurnal yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi Sinta 3.

Capaian tersebut menurut Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UMM Dr. Sugiarti, M.Si merupakan sebuah capaian besar yang dilakukan oleh 19 mahasiswa prodi di tengah kondisi pandemi covid-19 ini.

Mahasiswa tersebut masih berada di akhir semester 6, sehingga capaian ini dianggap sebagai sejarah baru dalam dunia akademik.

Karya ke-19 mahasiswa tersebut tidak begitu saja muncul di semester 6, melainkan melalui sebuah proses panjang yang harus dilalui dari semester 3.

Proses panjang tersebut dilakukan dengan baik melalui 2 artikel yang telah ditulis pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3-6, serta 1 jurnal nasional yang telah dipublikasikan di jurnal nasional SINTA 2.

“Jumlah ini menjadikan Program Studi pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sebagai salah satu prodi yang meluluskan mahasiswa tanpa harus menulis skripsi dengan jumlah terbanyak,” kata Sugiarti.

Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., menambahkan, program ekuivalensi skripsi yang telah dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan langkah cerdas dalam memacu Kelulusan Tepat Waktu (KTW) serta menjadikan kuliah semakin menyenangkan dan tanpa ada beban bernama skripsi.

Program ekuivalensi yang telah dilaksanakan di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UMM menjadi salah satu terobosan yang dilakukan untuk menindaklanjuti Keputusan Rektor Tahun 2017 mengenai ekuivalensi mata kuliah dan skripsi.

SK Rektor tersebut kemudian diderivasi dan diadaptasi dengan baik oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM dalam 5 bentuk yang meliputi (1) menulis artikel ilmiah di jurnal terakreditasi SINTA dan terindeks Scoopus/WOS/Thompson Reuters, (2) menulis opini di media massa cetak skala nasional sebanyak 2 artikel, (3) menulis karya sastra dalam bentuk Novel dan Kumpulan cerita pendek sebanyak 150 halaman, (4) menulis naskah drama dan mementaskannya, dan (5) lolos PIMNAS.

“Program ekuivalensi skripsi merupakan sebuah terobosan baru yang telah dibuat oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Melalui program ini, mahasiswa tidak perlu menunggu akhir semester untuk melakukan riset skripsinya, tetapi dapat melakukan riset sejak semester awal berbasis mata kuliah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi. Saya kira terobosan ini banyak memudahkan mahasiswa untuk secepat mungkin memastikan diri lulus tepat waktu dan mengreasikan kompetensi diri,” ujar Nur Farida.

Selain Nur Farida yang telah menulis artikel di jurnal terakreditasi SINTA 2 (Atavisme) milik Balai Bahasa Jawa Timur. Masih terdapat 19 mahasiswa lainnya yang telah menulis artikel jurnal sebanyak 65 artikel dan tersebar di Jurnal terakreditasi SINTA 2-6. (*/had)