Jaga Lingkungan dan Katrol Income, Tim DM UB Inisiasi Kampung Sanan Jadi Urban Farming

Foto: Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya di Kampung Sanan. (Ist)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya menjaga lingkungan, meningkatkan ketrampilan dan mengatrol income warga, Tim Dokter Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya (UB) menginisiasi Kampung Sanan Kota Malang menjadi Urban Farming.

“Kami menjadikan Sanan percontohan kawasan urban farming,” kata Wakil Rektor bidang kerja sama Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS. IPU baru-baru ini.

Seperti diketahui, Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya menginisiasi Kampung Sanan Kota Malang menjadi percontohan kawasan Urban Farming, karena memiliki potensi pengembangan sektor peternakan.

Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS. IPU mengatakan, sektor peternakan itu seperti sentra penggemukan sapi dan pengolahan limbah kotoran menjadi sumber energi alternatif.

Dosen Peternakan dan Manajemen Pemeliharaan

Sasmito mengatakan pihaknya menggandeng Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UB, yaitu Dr.Ir. Kuswati, MS,IPM.,ASEAN Eng dan Dr.Ir. Tri Eko Susilorini, MP, IPM.,ASEAN Eng.

Sebagai dosen ahli sapi potong, Kuswati mengatakan, kandang ternak di kampung Sanan masih sederhana dan kurang higienis, sehingga bisa mempengaruhi laju pertumbuhan sapi.

Perbaikan kandang dapat dilakukan dengan membuat kandang komunal, yakni kandang yang dikelola bersama oleh para peternak.

Akan tetapi upaya perbaikan kandang tersebut harus diiringi dengan peningkatan kesadaran peternak untuk mempraktekan Good farming practice.

Seperti manajamen pemeliharaan kandang, kandang berkapasitas 10 ekor sapi, pemberian pakan konsentrat sesuai dengan kebutuhan ternak, dan instalansi biogas dibawah kandang.

“Kandang komunal dapat dikelola secara bersama-sama untuk meningkatkan produksi ternak dan sifat kebersamaan dalam kelompok ternak. Selain itu, juga memudahkan manajemen pemeliharaan dan penanganan kotoran ternak, sebagai bahan baku biogas,” papar Kuswati.

Kebersihan Lingkungan, Ketrampilan, dan Income Naik

Sasmito dan Kuswati berharap program pengabdian masyarakat ini mampu menciptaan iklim yang mendorong tumbuh kembangnya peran serta masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Sehingga dapat mempercepat pengembangan wilayah menuju kelurahan yang maju, mandiri, sejahtera, dan ramah lingkungan.

Selain itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat tim DM, bisa mengatasi masalah limbah di Sanan, baik limbah dari industri tempe maupun limbah kotoran ternak.

Sehingga mampu menambah keterampilan masyarakat dan income pendapatan masyarakat.

Tempe dan Sapi

Kampung Sanan yang terletak di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kota Malang dikenal sebagai Sentra Industri Tempe.

Sebab hampir 90 persen masyarakat Sanan berprofesi sebagai pengusaha tempe, mulai dari tingkat mikro hingga skala besar. Di sisi lain mereka juga memiliki ternak sapi pedaging sekitar 800 ekor.

Penggemukan sapi dilakukan dengan memanfaatkan limbah pembuatan tempe.

Kulit biji kedelai dijadikan sebagai pakan utama, sedangkan limbah cairnya diberikan kepada ternak untuk minum.

Sementara model kandang yang digunakan adalah kandang individu atau kandang tunggal dan ditempatkan pada pinggiran sungai. Maka pembuangan limbah kotoran ternak langsung mengarah ke aliran sungai yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. (*/had)