ASRRAT Forum dan Panel Talk Covid 2020

Foto: Kegiatan NCSR. (ist)

BACAMALANG.COM – National Center for Sustainability Reporting (NCSR) kembali menggelar pemeringkatan laporan keberlanjutan tingkat Asia (Asia Sustainability Report Rating/ASRRAT) 2020.

Pagelaran di tengah pandemi ini berlangsung secara semi online, Sebagian penyerahan trofi berlangsung offline di Hotel Mulia Jakarta.

Selain itu juga dilakukan Talkshow secara online bertajuk “Covid-19 and The Road to Sustainable Business”.

Para panelis dalam talkshow ini berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina.

Keberlanjutan Butuh Inovasi

Prof Bambang Brodjonegoro, Ph.D, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional
menjadi keynote speech pada Forum yang disiarkan secara online dan diikuti oleh 500 peserta dari
Indonesia dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara ini.

“Keberlanjutan memerlukan inovasi” tegas Prof. Bambang Brodjonegoro. Pandemi ini membuat gaya hidup manusia berubah. Selain itu harus diakui pula bahwa lingkungan menjadi lebih bersih,” ujarnya.

Dalam forum ini, dihadirkan pula keynote speech Allinnettes Go Adigue, Manager Public Policy and Corporate Relations GRI Southeast Asia and incoming Head of Regional Hub ASEAN Global Reporting Initiative (GRI) yang berpusat di Amsterdam, Belanda.

NCSR adalah anggota GRI dan juga GRI Training Partner di Asia Tenggara. Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) yang merupakan organisasi profesi yang mewadahi alumni NCSR di kawasan Asia Tenggara termasuk Bangladesh, ikut serta sebagai co-organizer ASRRAT 2020.

“Laporan keberlanjutan menunjukkan kepada Kita, sampai sejauh mana kontribusi perusahaan terhadap
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/TPB (Sustainable Development Goals/SDGs),” kata Ali
Darwin, Ketua NCSR, di sela-sela acara ASRRAT Forum.

“Selain daripada itu Kita juga dapat menilai melalui laporan keberlanjutan, dampak ekonomi, lingkungan dan sosial yang timbul dari kegiatan operasi perusahaan, baik positif maupun dampak negatif,” paparnya.

Dari Penghargaan jadi Pemeringkatan

“Sejak tahun 2005 sampai dengan 2017 selama 12 tahun, pagelaran ini disebut Sustainability Reporting
Awards” kata Prof. Eko Ganis Ph.D Ketua Dewan Juri.

Namun sejak tahun 2018, NCSR merubah sistemnya dari Penghargaan (Award) menjadi Pemeringkatan (Rating), lanjut Eko.

Menurut Ali Darwin, perubahan ke sistem Pemeringkatan Laporan Keberlanjutan sudah dimulai sejak 2016 dengan peserta dari perusahaan-perusahaan di Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

“Ini merupakan satu‐satunya sistem pemeringkatan laporan keberlanjutan yang ada saat ini. NCSR
membagi peringkat laporan keberlanjutan dalam 4 tingkatan, yaitu Platinum (tertinggi), Gold, Silver dan Bronze (terendah),” terangya.

Assessor Handal

Tahun ini, proses penilaian laporan dilakukan oleh 21 assessor, yang merupakan dosen dari berbagai
perguruan tinggi di Indonesia.

Mereka semuanya memiliki kompetensi sebagai assessor karena telah memiliki sertifikat spesialis laporan keberlanjutan yang dikeluarkan oleh NCSR yang disebut Certified Sustainability
Reporting Specialist (CSRS).

Rating Platinum

Laporan keberlanjutan rating Platinum tahun ini diraih oleh 5 perusahaan yakni PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, PT Indonesia Power, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pupuk Kalimantan Timur.

Kriteria tambahan rating platinum dibanding rating Gold menurut Eko antara lain laporannya dibuat secara lengkap sesuai standar GRI dan telah dilakukan assurance/audit oleh pihak Kantor Jasa Assurance di samping memperoleh nilai 93 dari 100.

Rating Gold

Sedangkan laporan keberlanjutan rating Gold tahun ini diberikan kepada 32 organisasi/perusahaan yaitu PT ABM Investama Tbk, Bank Asia Limited, PT Bank BTPN Syariah Tbk, PT Bank BTPN Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk., PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., PT Bio Farma (Persero), BPJS Ketenagakerjaan, PT Bukit Asam Tbk, PT BUMI Resources Tbk., PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.,
MERALCO, PT PELNI (Persero), PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), PT Perkebunan Nusantara X, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP Cepu, PT Pertamina Gas, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ), Petrochina International Jabung Limited, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), SKK Migas, SM Investments Corporation, Star Energy (Kakap) Ltd, Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd, PT Timah Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, and PT XL Axiata Tbk.

Rating Silver dan Bronze

Kemudian laporan keberlanjutan rating Silver tahun ini diberikan kepada 3 perusahaan yaitu PT Astra
International Tbk, Danone Specialized Nutrition Indonesia dan PT PP Properti Tbk.

Sedangkan rating Bronze diraih oleh 4 perusahaan yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk, PT Elnusa Tbk and PT Pengembang Pelabuhan Indonesia.

Selanjutnya, Eko menerangkan bahwa juri akan memberikan score card dan rekomendasi kepada seluruh peserta. “Diharapkan mereka menindaklanjuti rekomendasi juri sehingga peringkat laporan tahun yang akan datang meningkat” jelas Eko. (*/had)