Calon Tunggal Kapolri Dimata Guru Sekolah

Foto: Listyo Sigit Prabowo. (ist)

BACAMALANG.COM – Banyak perbincangan di tengah masyarakat soal calon tunggal Kapolri pasca dipilihnya sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden Joko Widodo.

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang pernah menjadi siswa SMA 8 Yogyakarta pada tahun 1988 ini merupakan Alumni Akademi Polisi (AKPOL) 1991. Semasa sekolah, Listyo Sigit termasuk remaja yang pendiam dan tak banyak tingkah.

Hal tersebut diungkap oleh Drs. Suhardi, yang tak lain sebagai Guru Seni Rupa dari Jendral bintang tiga tersebut.

“Mas Listyo Sigit dulu di kelas pendiam, anaknya tidak macam-macam,” ungkap Suhardi, Minggu (17/1).

Sebagai pelajar, karakter kepemimpinan Listyo Sigit kala itu sudah terbentuk. Remaja yang aktif dan kompeten di seni beladiri ini merupakan sosok yang tak mudah terprovokasi.

Suhardi menambahkan, saat seluruh siswa di kelasnya memilih bolos, ia justru tetap berdiam diri didalam kelas dan memilih tak terprovokasi hingga jam pelajaran usai.

“Saat itu ada jam kosong, satu kelasnya mau bolos rame-rame, tapi Mas Listyo ini dan dua orang temannya bersikukuh tetap di kelas,” jelasnya sambil tertawa.

Kenangan ini diakuinya menjadi momen yang paling diingat selama mengajar bocah yang ternyata menjadi calon Kapolri pilihan Istana.

Selain hebat di bidang olahraga, Listyo Sigit kecil juga selalu mendapat rangking lima besar di sekolahnya. Disegi non akademis, seni beladirinya juga sampai di tingkat kompetisi provinsi.

Tentang pencalonan Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri, pihaknya Komjen Pol Listyo menyatakan tak ragu dengan kemampuan muridnya tersebut.

“Ya kalau dilihat dari karakternya saat SMA dulu, saya tidak ragu, Mas Listyo mampu mengemban tanggung jawab lebih besar dari posisinya saat ini,” jelas Pak Hardi.

Hardi berharap muridnya tersebut tetap teguh pendirian dan selalu amanah. (Lis/red)