Penyewa Ruko Stadion Kanjuruhan Mulai Resah, Kenapa?

Salah satu unit ruko di Stadion Kanjuruhan nampak sepi terlebih di masa pandemi ini (Met)

BACAMALANG.COM – Sejumlah penyewa ruko di Stadion Kanjuruhan, Kota Kepanjen belakangan ini merasa resah.

Mereka resah atas rencana Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang yang akan memberlakukan kebijakan anyar.

Salah satu penyewa ruko, Arief menuturkan, Dispora berencana memberlakukan kebijakan berupa pengenaan denda bila penyewa memanfaatkan teras depan ruko untuk berjualan. Tidak main-main, menurut Arief, dendanya mencapai jutaan rupiah.

“Teras ini kan juga bagian dari ruko, sudah lama juga tidak ada masalah, gak tahu kok malah kayak gini,” ujar Arief, Minggu (17/1/2021).

Arief pun menyebutkan, rencana kebijakan baru Dispora terlalu sewenang-wenang. Ditambah hampir setahun ini para penyewa ruko dalam kondisi mati segan hidup tak mau. Alasannya tidak lain karena pandemi.

“Situasi saat ini penjualan turun drastis sampai 50 persen akibat pandemi. Saya saja sudah merumahkan lima pegawai,” terangnya.

Senada dengan Arief, penyewa ruko lainnya, Mukhlas juga keberatan dengan rencana kebijakan Dispora tersebut. Dia secara tegas menolak rencana itu.

“Kami menolak. Kami berharap dalam membahas itu diberilah surat undangan agar memahami, tidak tiba-tiba ditarik. Jadi serba salah dan berat bagi kami,” kata Mukhlas.

Di lain sisi, Dispora mengklaim ada 11 unit ruko yang selama ini menunggak biaya sewa. Adanya tunggakan ini disebut Dispora menjadi ganjalan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Agar PAD yang disetorkan Dispora maksimal, maka kebijakan baru yang memberatkan penyewa ruko diduga ‘dihalalkan’. (met/mid)